Markus 15:15 (TB)
Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.
Kalau saya kesal sama sikap Pilatus ini, maka saya juga harus introspeksi diri apakah saya lebih suka senangkan hati manusia atau hati Bapa? Apakah saya lebih senang diterima manusia atau diterima Bapa?
Biarlah sikap mencari perkenanan hati Bapa senantiasa ada di hati saya sehingga saya tidak sibuk mencari perkenanan manusia yg belum tentu selaras dg kehendak Tuhan.
Yosua 15:1 (TB)
Bagian yang diundikan kepada suku bani Yehuda menurut kaum-kaum mereka adalah sampai ke batas tanah Edom, sampai ke padang gurun Zin ke selatan, di ujung selatan.
Tiap suku dikasih batasan sampai mana wilayah yg menjadi bagian mereka. Kenapa? Karena manusia itu kalo soal keinginan gak ada batasannya. Kalo gak diatur oleh pemimpin yg bijak & dihormati krn rakyat melihat sosoknya sbg teladan & diberkati Tuhan, bisa saja suku2 tersebut malah di masa depan bisa saling perang krn memperebutkan wilayah kekuasaan satu sama lain. Dengan dibatasi maka tiap suku jadi tahu mana batasan hak mereka agar tidak bersinggungan dengan batasan suku Israel lainnya.
Banyak peristiwa kakak-adik jadi gak akur krn rebutan warisan. Karena harta tali persaudaraan putus. Biasanya utk menghindari ini orang tua sudah bagi jatah masing2 waktu hidup (ini aja tetap gak nutup kemungkinan tetap ada perselisihan krn ada yg suka merasa kurang puas sama jatah pembagian).
Hanya didalam Tuhan manusia bs menemukan kepuasan sejati sehingga merasa content. Sehingga mampu punya self awareness utk membatasi dirinya dg keinginan2 yg bersifat duniawi. Makan cukup. Gak craving more and more. Punya tas cukup utk dipakai bukan sampai dikoleksi berpuluh2. Punya sepatu cukup sesuai kebutuhan, bukan sampai berrak-rak. Semua ini sanggup kita batasi kalo terlebih dulu kita bergantung sama Tuhan sebagai sumber kepuasan yg sejati.