Selasa, 19 Mei 2026

Rhema 5 Mei 2026

Lukas 5:5 (TB)  

Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." 

Kadang ada keengganan utk melakukan apa yg Tuhan minta. Apalagi kalo secara manusia udah pernah dicoba. Contoh : maafin lagi orang yg pernah salah sama kita. Tapi apa yg dilakukan Petrus jadi pengingat, bahwa karena Tuhan yg minta justru makanya Petrus mau mencoba lagi/ mengusahakan lagi. 

Mungkin hati terasa berat, tapi kalo Tuhan yg minta, kiranya saya juga dikasih kekuatan & kerendahan hati utk turut maksud Tuhan.

Rhema 4 Mei 2026

Lukas 4:3-4 (TB)  

Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti." 

Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja." 

Diingetin utk jangan cuma fokus utk memenuhi kebutuhan jasmaniah kita sampai lupa bahwa kita butuh Tuhan. Butuh firmanNya. Butuh terkoneksi sama Tuhan supaya Roh kita tidak mati krn gak pernah "dikasih makan" lewat hubungan pribadi kita sama Tuhan dlm doa & baca firman, penyembahan kita.


Lukas 4:9, 12 (TB)  

Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,

Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" 

Kalau tahu sesuatu itu salah, jangan malah dibuat dengan sengaja lalu berharap kalo keadaan jadi kusut lalu lempar kesulitan utk "dibereskan" oleh Tuhan. Itu namanya kita mencobaiNya. Mengingatkan saya utk jadi orang yg lebih bijak mempertimbangkan sesuatu sebelum memutuskannya.


Lukas 4:42-43 (TB)  

Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.

Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus."

Tuhan Yesus bukan people pleaser. Ia tahu mana yg sudah jadi assignment-Nya jadi Ia fokus melakukanNya.

Menjadi sopan & membantu orang lain tentu baik. Tapi jgn menurunkan standar firman Tuhan demi kepuasan orang lain yg ingin kita senangkan hatinya.


2 Tawarikh 4:6 (TB)  

Lagipula dibuatnya sepuluh bejana pembasuhan dan ditaruhnya lima pada sisi kanan dan lima pada sisi kiri sebagai tempat pembasuhan; di situ orang membasuh apa yang diperlukan untuk korban bakaran, sedang "laut" itu adalah untuk para imam sebagai tempat membasuh.  

Pembasuhan sangat penting dlm tradisi bangsa Yahudi.

Dan bokor raksasa utk tempat pembasuhan ini juga dibuat begitu megahnya utk bait suci. Dalam ukuran besar dg bahan yg berkualitas pula.

Pembasuhan = pembersihan dari kotoran. Untuk menjadi tahir sebelum masuk ke rumah, sebelum masuk ke ruang Kudus.

Sekarang betapa berbahagia kita kalo gak harus ada ritual2 ini udah bisa doa, udah bisa masuk gereja. Tapi bukan berarti lalu jadi menyepelekan hal2 yg memang Tuhan minta utk kita lakukan/ menggampangkan sesuatu. Kita diminta masuk hadirat Tuhan dg hati yg mau memaafkan sesama, hati yg tidak menyimpan dendam. "Kotoran" ini gak terlihat mata, tapi Tuhan tahu. 

Matius 5:23-24 (TB)  Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Rabu, 13 Mei 2026

Rhema 1-3 Mei 2026

2 Tawarikh 1:7 (TB)  

Pada malam itu juga Allah menampakkan diri kepada Salomo dan berfirman kepadanya: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu."

Kira2 kalo tiba2 Tuhan kasih pertanyaan ini ke kita? Apa ya jawaban kita?

1 permintaan. Pasti ada rasa senang, lalu timbul juga kebingungan setelah memikirkannya beberapa saat. Karena manusia kecenderungannya punya banyak mau. Kira2 mana yg paling diutamakan?

Salomo jadi contoh yg bijak dlm merespons pertanyaan Tuhan ini. Ia meminta hal yg bermanfaat bagi rakyatnya. Seorang raja yg mampu memimpin dg kebijaksanaan dari Tuhan.

Biarlah ini jadi contoh buat saya bahwa keberadaan saya di dunia ini utk sebuah tujuan dari Tuhan yg bukan utk diri saya sendiri, tapi buat rencana kebaikan Tuhan juga buat orang2 di sekitar saya.
Bukan berarti saya jadi people pleaser, tapi juga bukan berarti saya jadi egois. Jadi pribadi dg batasan2 yg sehat utk memberkati demi kemuliaan Tuhan.

2 Tawarikh 2:13-14 (TB)  

Maka sekarang aku mengirim seorang ahli, yang penuh pengertian, yakni Huram Abi, 
anak seorang perempuan dari bani Dan, sedang ayahnya orang Tirus. Ia pandai mengerjakan emas, perak, tembaga, besi, batu, kayu, kain ungu muda, kain ungu tua, lenan halus dan kain kirmizi, dan juga pandai membuat segala jenis ukiran dan segala jenis rancangan yang ditugaskan kepadanya dengan dibantu oleh ahli-ahlimu dan oleh ahli-ahli ayahmu, tuanku Daud. 

Salomo mungkin punya harta-benda utk pembangunan bait Allah, tapi percuma saja kalo detail2 pengerjaannya tidak ada ahli yg bisa mengerjakannya. Nyatanya Tuhan menyediakan salah satu sumber daya manusia yg berbakat, yaitu Huram Abi (yg juga adalah keturunan suku Israel dari sisi ibunya). Dengan menjadi orang Tirus, Huram Abi punya lingkungan yg mendukung utk mengembangkan bakat dari Tuhan, karena Tirus terkenal dengan bangsa yg mahir dalam industri logam, kaca & pewarna ungu. Jadi bukan kebetulan bahwa ia separuh keturunan Israel & separuh keturunan Tirus. Ada maksud Tuhan yg lebih dalam dari sekedar darah keturunan dlm diri Huram Abi. Ternyata ia dipersiapkan Tuhan utk mengerjakan baitNya.

Dulu saya suka bertanya-tanya kenapa saya lahir dari keluarga yg agamanya heterogen karena keluarga dari Mami beragama Islam, atau kenapa saya berasal dari pernikahan kedua Papi (pernikahan pertamanya gagal)? Nampaknya bukan sebuah status yg ideal. Tapi semakin kesini saya jadi paham banyak pembelajaran yg Tuhan kasih dari asal-usul saya dan membuka POV saya juga dalam melayani sesama. Jadi gada yg kebetulan dalam hidup. Tuhan bisa pakai asal-usul kita, cerita hidup kita utk memberkati sesama, jadi berkat buat kemuliaan Tuhan.

Lukas 3:11, 13-14 (TB)  

Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian."
Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu." 
Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu."

Ketiga ayat diatas bagi saya pribadi merhema bahwasanya utk segala sesuatunya kita harus belajar merasa cukup & harus punya hati utk memberi.

Kalo orang gak pernah merasa cukup, maka ia akan sulit utk menjadi ikhlas ketika akan memberi, karena bagi dirinya saja dia selalu merasa kurang.

Jadi saya harus mawas diri utk tidak serakah. Salah satu bentuk pengendalian dirinya juga adalah dg punya hati yg tulus utk mau memberi kepada sesama & belajar merasa cukup utk berkat yg kita terima dari Tuhan.

Kamis, 07 Mei 2026

Kamis, 16 April 2026

Rhema 3 Februari 2026

Pengkhotbah 3 : 24-25

Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya. Aku menyadari bahwa ini pun dari tangan Allah.

Karena siapa dapat makan dan merasakan kenikmatan di luar Dia?

Baca ini semakin diteguhkan bahkan untuk bisa menikmati hal2 pun butuh kasih karunia Tuhan. Bisa aja seseorang mengumpulkan uang yg banyak tapi kalo gak dikasih karunia utk menikmati ya hilang aja harta bendanya.

Dalam Pengkhotbah 3 ini kita juga diajak menyadari bahwa semua kenikmatan yg ingin dirasakan manusia itu ada batasnya. 1-2 kali mencoba terasa nikmat, tapi bisa akhirnya jadi bosan atau malah kurang & bisa juga jadi seperti adiksi. Ingin lagi dan lagi tapi gak bisa mencapai kepuasan yg sejati.

Karena sesungguhnya ruang kosong didalam diri manusia itu hanya utk diisi oleh Tuhan saja. Keintiman hubungan dg Tuhan-lah yg bisa membuat kita merasa content. Kepuasan yg sejati. Kebahagiaan yg hakiki.

Maka ini menjadi pengingat bagi saya utk tidak mencari kepuasan2 yg gak berkenan di hati Tuhan krn itu semua sia-sia aja & gak membawa damai sejahtera yg sejati dlm hidup kita. Cari Tuhan saja sumber kepuasan batin kita yg sejati. Kita menjadi lengkap karena kehadiranNya dalam hati & hidup kita.

Kisah Para Rasul 3 : 6

Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"

Memberkati & melayani sesama utk menyaksikan kasih Tuhan tidak harus selalu dalam bentuk materi. Bisa lewat cara lain seperti hadir disaat sesama kita menbutuhkan dukungan moril. Menghibur ketika sesama kita sedang dalam kepedihan atau keputusasaan. Memberi info kepada yg butuh lowongan. Memasakkan makanan, menanyakan kabar lewat telp atau WA. Mendoakan ketika sesama butuh penguatan. 

Tidak semua hal bisa diukur dengan materi. Jadi bentuk kasih kepada sesama banyak ragamnya. Apabila kita terbatas secara materi bukan berarti langkah kita utk berbagi kasih menjadi terbatas.

Rhema 1 Februari 2026

Kisah Para Rasul 1:4 (TB)  

Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya —"telah kamu dengar dari pada-Ku.

Kisah Para Rasul 1:8 (TB)  

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Ada saatnya Tuhan bilang supaya murid2 jgn meninggalkan Yerusalem. Tapi ada saatnya pula Tuhan minta mereka pergi utk jadi saksiNya sampai ke seluruh dunia.

Maka apapun yg kita rencanakan saat ini, Mari letakkan di tangan Tuhan. Tanyakan padaNya apa yg harus kita lakukan. Apakah menunggu, apakah "jangan lewat jalan itu", atau justru "mari jalani jalur itu". Peka dg rencanaNya melalui hubungan pribadi yg erat denganNya supaya kita senantiasa berjalan dalam kehendakNya.

Pengkhotbah 1:8 (TB)  

Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.

Pas baca ayat ini yg merhema di hati itu : kalo kita gak jaga mata kita & telinga kita, tidak membatasi apa yg kita lihat, tidak memilah2 apa yg kita dengar, bisa jadi kita digiring ke dalam dosa. Melihat tontonan yg tidak pantas/ pornografi & jadi ketagihan. Dengar gosip & menjadi nyaman utk setiap kali tertarik mendengar aib orang.

Ketika kita menjaga gerbang mata & telinga kita maka kita bs menjaga hati kita utk terhindar dari hal2 yg tidak baik. Biarlah saya boleh submit dalam kehendak Tuhan dg menyaring apa yg masuk ke mata & telinga saya supaya apa yg baiklah yg dari Tuhan yg masuk utk membentuk hati saya sebagaimana kehendakNya.

Rhema 5 Mei 2026

Lukas 5:5 (TB)   Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau...