Rabu, 13 Mei 2026

Rhema 1-3 Mei 2026

2 Tawarikh 1:7 (TB)  

Pada malam itu juga Allah menampakkan diri kepada Salomo dan berfirman kepadanya: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu."

Kira2 kalo tiba2 Tuhan kasih pertanyaan ini ke kita? Apa ya jawaban kita?

1 permintaan. Pasti ada rasa senang, lalu timbul juga kebingungan setelah memikirkannya beberapa saat. Karena manusia kecenderungannya punya banyak mau. Kira2 mana yg paling diutamakan?

Salomo jadi contoh yg bijak dlm merespons pertanyaan Tuhan ini. Ia meminta hal yg bermanfaat bagi rakyatnya. Seorang raja yg mampu memimpin dg kebijaksanaan dari Tuhan.

Biarlah ini jadi contoh buat saya bahwa keberadaan saya di dunia ini utk sebuah tujuan dari Tuhan yg bukan utk diri saya sendiri, tapi buat rencana kebaikan Tuhan juga buat orang2 di sekitar saya.
Bukan berarti saya jadi people pleaser, tapi juga bukan berarti saya jadi egois. Jadi pribadi dg batasan2 yg sehat utk memberkati demi kemuliaan Tuhan.

2 Tawarikh 2:13-14 (TB)  

Maka sekarang aku mengirim seorang ahli, yang penuh pengertian, yakni Huram Abi, 
anak seorang perempuan dari bani Dan, sedang ayahnya orang Tirus. Ia pandai mengerjakan emas, perak, tembaga, besi, batu, kayu, kain ungu muda, kain ungu tua, lenan halus dan kain kirmizi, dan juga pandai membuat segala jenis ukiran dan segala jenis rancangan yang ditugaskan kepadanya dengan dibantu oleh ahli-ahlimu dan oleh ahli-ahli ayahmu, tuanku Daud. 

Salomo mungkin punya harta-benda utk pembangunan bait Allah, tapi percuma saja kalo detail2 pengerjaannya tidak ada ahli yg bisa mengerjakannya. Nyatanya Tuhan menyediakan salah satu sumber daya manusia yg berbakat, yaitu Huram Abi (yg juga adalah keturunan suku Israel dari sisi ibunya). Dengan menjadi orang Tirus, Huram Abi punya lingkungan yg mendukung utk mengembangkan bakat dari Tuhan, karena Tirus terkenal dengan bangsa yg mahir dalam industri logam, kaca & pewarna ungu. Jadi bukan kebetulan bahwa ia separuh keturunan Israel & separuh keturunan Tirus. Ada maksud Tuhan yg lebih dalam dari sekedar darah keturunan dlm diri Huram Abi. Ternyata ia dipersiapkan Tuhan utk mengerjakan baitNya.

Dulu saya suka bertanya-tanya kenapa saya lahir dari keluarga yg agamanya heterogen karena keluarga dari Mami beragama Islam, atau kenapa saya berasal dari pernikahan kedua Papi (pernikahan pertamanya gagal)? Nampaknya bukan sebuah status yg ideal. Tapi semakin kesini saya jadi paham banyak pembelajaran yg Tuhan kasih dari asal-usul saya dan membuka POV saya juga dalam melayani sesama. Jadi gada yg kebetulan dalam hidup. Tuhan bisa pakai asal-usul kita, cerita hidup kita utk memberkati sesama, jadi berkat buat kemuliaan Tuhan.

Lukas 3:11, 13-14 (TB)  

Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian."
Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu." 
Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu."

Ketiga ayat diatas bagi saya pribadi merhema bahwasanya utk segala sesuatunya kita harus belajar merasa cukup & harus punya hati utk memberi.

Kalo orang gak pernah merasa cukup, maka ia akan sulit utk menjadi ikhlas ketika akan memberi, karena bagi dirinya saja dia selalu merasa kurang.

Jadi saya harus mawas diri utk tidak serakah. Salah satu bentuk pengendalian dirinya juga adalah dg punya hati yg tulus utk mau memberi kepada sesama & belajar merasa cukup utk berkat yg kita terima dari Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rhema 1-3 Mei 2026

2 Tawarikh 1:7 (TB)   Pada malam itu juga Allah menampakkan diri kepada Salomo dan berfirman kepadanya: "Mintalah apa yang hendak Kuber...