Selasa, 19 Mei 2026

Rhema 4 Mei 2026

Lukas 4:3-4 (TB)  

Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti." 

Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja." 

Diingetin utk jangan cuma fokus utk memenuhi kebutuhan jasmaniah kita sampai lupa bahwa kita butuh Tuhan. Butuh firmanNya. Butuh terkoneksi sama Tuhan supaya Roh kita tidak mati krn gak pernah "dikasih makan" lewat hubungan pribadi kita sama Tuhan dlm doa & baca firman, penyembahan kita.


Lukas 4:9, 12 (TB)  

Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,

Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" 

Kalau tahu sesuatu itu salah, jangan malah dibuat dengan sengaja lalu berharap kalo keadaan jadi kusut lalu lempar kesulitan utk "dibereskan" oleh Tuhan. Itu namanya kita mencobaiNya. Mengingatkan saya utk jadi orang yg lebih bijak mempertimbangkan sesuatu sebelum memutuskannya.


Lukas 4:42-43 (TB)  

Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.

Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus."

Tuhan Yesus bukan people pleaser. Ia tahu mana yg sudah jadi assignment-Nya jadi Ia fokus melakukanNya.

Menjadi sopan & membantu orang lain tentu baik. Tapi jgn menurunkan standar firman Tuhan demi kepuasan orang lain yg ingin kita senangkan hatinya.


2 Tawarikh 4:6 (TB)  

Lagipula dibuatnya sepuluh bejana pembasuhan dan ditaruhnya lima pada sisi kanan dan lima pada sisi kiri sebagai tempat pembasuhan; di situ orang membasuh apa yang diperlukan untuk korban bakaran, sedang "laut" itu adalah untuk para imam sebagai tempat membasuh.  

Pembasuhan sangat penting dlm tradisi bangsa Yahudi.

Dan bokor raksasa utk tempat pembasuhan ini juga dibuat begitu megahnya utk bait suci. Dalam ukuran besar dg bahan yg berkualitas pula.

Pembasuhan = pembersihan dari kotoran. Untuk menjadi tahir sebelum masuk ke rumah, sebelum masuk ke ruang Kudus.

Sekarang betapa berbahagia kita kalo gak harus ada ritual2 ini udah bisa doa, udah bisa masuk gereja. Tapi bukan berarti lalu jadi menyepelekan hal2 yg memang Tuhan minta utk kita lakukan/ menggampangkan sesuatu. Kita diminta masuk hadirat Tuhan dg hati yg mau memaafkan sesama, hati yg tidak menyimpan dendam. "Kotoran" ini gak terlihat mata, tapi Tuhan tahu. 

Matius 5:23-24 (TB)  Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rhema 5 Mei 2026

Lukas 5:5 (TB)   Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau...