Berikut foto hasil ngoprek taman terbaru.....aku terharu...bisa rapi lagi....hihihi...
Contains my writings, drawings, photography. All things that capture my feelings at the time equally.
Jumat, 26 Agustus 2022
Update Tanaman di Rumah
Liat postingan blog, ternyata udah hampir setahun gak rawat tanaman lagi. Mendadak jiwa pertamanan meronta-ronta untuk diurusin dan dirapihin. Kalo diliat bedanya dari foto ini, ternyata banyak juga tanaman yang udah almarhum, ada juga yang tambah banyak dan cakep, dan akhirnya.....setelah "ngidam" bertahun-tahun, kebeli juga 3 pohon pucuk merah yang rimbun (sementara 1 pohon yang lama segitu-gitu aja....huhuhu.)
Rabu, 04 Mei 2022
Semasa 22-24 April 2022
Pengalaman jaga stand di bazaar pertama kalinya.
Selama ini selalu jadi pengunjung. Sekarang bisa ngerasain gimana kalo jadi yang jaga stand.
Belajar gimana menarik pembeli, gimana paham sama produk yang dijual supaya kalo ditanya nggak "planga-plongo", sama belajar tetap sabar dan ramah karena ada juga yang nanyanya njelimet, sampai udah aduk2 produk tapi gak jadi beli samsek....hehehe......
Disini kusimpen memori foto jaga standnya.
Hidup terasa berwarna ketika kamu mencoba pengalaman baru (yang positif)....kiss-kiss.....
Selasa, 09 November 2021
Cerita Tanaman Tercinta
Jadi.....sejak mulai WFO, taneman-taneman di rumah jadi terlantar. Banyak rumput liar yang numbuh. Bikin keindahan tanamannya gak keliatan dan terkesan semrawut. Weekdays terasa melelahkan dan weekend jadi pelarian leyeh-leyeh. Alhasil taneman yang dulu pas era WFH rajin banget gw anakin (bukan skywalker yak 😋) dan pindah2 tempat/posisi, jadi ngejogrok gada bagus-bagusnya.
Entah kenapa tadi malem berasa mendadak gak betah aja liat kondisi mereka. Walaupun capek, langsung datang niatan buat ngerapihin. Rumput liar dibersihin dibuang 1-1 dari pot. Dijejer ulang posisinya. Dan alhasil seperti di foto.....rapih lagi. Yeay....walau dengan singkat waktu tapi aku bangga dengan pencapaian ini....wkwkkw. Ampe kudu diabadikan di blog saking niatnya....
Nih penampakannya :
Minggu, 06 Juni 2021
Mengucap Syukur
Tuhan selalu punya cara bagi saya untuk mengerti bagaimana mengucap syukur untuk apa yang saya terima. Membuat saya untuk tidak fokus pada hal-hal yang belum saya dapatkan atau terima, tapi berfokus untuk menyadari apa yang sudah saya terima/punya, dan mengucap ayukur untuk itu.
Terima kasih Tuhan, cara-Mu mendidikku selalu istimewa.....
Kamis, 03 Juni 2021
Iman seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego
Daniel 3:17-18 (TB)
Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
Ayat di atas sangat menohok hati saya ketika membacanya. Bagaimana tidak? Sadrakh, Mesakh, dan Abednego sedang diperhadapkan pada urusan hidup dan mati mereka. Mereka sedang bagus-bagusnya dalam karir. Punya jabatan yang bagus, dan sekarang malah terancam kehilangan nyawa karena prinsip iman mereka. Kalau mereka mau ambil gampangnya, mereka bisa saja sujud menyembah patung yang dibangun oleh Nebukadnezar, sambil berkata dalam hati, 'ah Tuhan tahu kok ini hanya formalitas saja. Kami tetap berimannya kepada Tuhan, bukan kepada patung ini'. Tapi sekalipun tidak ada terlintas dalam benak mereka untuk berbuat demikian. Mereka tetap "kekeuh" untuk tidak menyembah patung dan setia kepada Allah. Yang lebih takjub lagi adalah perkataan di ayat 18, yaitu sekalipun Allah tidak datang dengan pertolongan-Nya yang bisa berakibat mereka kehilangan nyawanya, mereka tetap tidak mengubah prinsip iman mereka.
Bagaimana kalau ini diperhadapkan kepada kita? Apakah kita akan tetap setia seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego? Ataukah kita hanya akan mengikut Tuhan saat Ia memenuhi segala permintaan kita? Saat Ia melakukan mujizat dalam hidup kita? Saat Ia mengiyakan setiap doa permohonan kita?
Lalu apakah dengan gercep-nya kita akan meninggalkan Ia saat Ia tidak menjawab doa kita, atau berkata tidak untuk apa yang kita minta? Apakah cinta kita kepada-Nya hanya sebatas kita merasa Ia sebagai pemenuh kebutuhan kita? Ataukah sudah jadi cinta yang "no matter what" seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego?
Saya pun masih terus belajar untuk cinta "no matter what" Ini. Pembacaan alkitab hari ini kembali mengingatkan saya untuk belajar lagi dan lagi untuk terus mempertahankan cinta "no matter what" ini.
Yuk kita belajar dan berusaha bersama-sama.
Karena cinta Tuhan itu "always" tanpa tanggal kadaluarsa ke kita.
Kamis, 04 Maret 2021
Langganan:
Komentar (Atom)
-
Dear journal………. Sometimes, I really don’t know the essence of making a relationship. Everything just seems to be more complicated than I th...
-
John Wick played by the breath-taking Keanu Reeves Dustin from Stranger Things played by Gaten Matarazzo Chibi Goblin, The Gre...
-
"Not everything looks like what meet the eyes" "Not every prayers being answered the way it requested" My life is pretty...

