Rabu, 07 Mei 2025

Cerita tentang Kegagalan....

Jadi setelah musim Paskah kemarin, saya belum mulai puasa serius lagi. Maka saya cobalah ambil waktu di Selasa ke Rabu. All day puasa tapi pakai minum air putih. Anehnya puasa hari itu terasa berat banget. Laparnya berasa banget. Padahal sebelumnya saya udah pernah puasa lebih lama dari itu. Kemudian tetiba sosmed (IG) mendadak nampilin semua konten tempat jajanan enak-enak yg belum pernah saya datangin. Dan memang biasanya kalo ada yang kayak gini saya biasa forward-forward ke DM suami buat rekomen tempat makan baru buat kami.

Akhirnya dengan susah payah hari itu berlalu dengan saya bisa menyelesaikan puasa. Tapi sayangnya keesokan hatinya saya jatuh......

Kami (saya dan suami) mutusin untuk datangin salah satu tempat yang kukirim di DM suami kemarin. Pas cari titik tempatnya entah kenapa gak ketemu. Walau akhirnya berhasil dapat tempatnya tapi mood sudah mulai gak enak. Kemudian ketika datang karena tempatnya yang gak terlalu besar, kami jadi harus sempat menunggu untuk dapat meja. Untung gak lama ada yang sudah selesai makan. Mood tambah turun lagi tuh. Lalu pesan makanan-lah.....ternyata buku menunya gada foto makanannya. Membuat kami agak kesulitan membayangkan bentukan makanannya. Harus buka IG tempatnya dulu baru liat foto-fotonya disitu. Tapi itu sih menurut saya tergolong gak praktis ya. Lalu pas pesan menu ternyata menu pilihan suami habis. Another thing yang bikin mood semakin turun. Lalu tanpa melihat lagi saya tawarkan menu yang lain, yang ternyata pas datang pakai nasi, padahal suami lagi gak mau makan nasi. Wah makin anjlok aja nih mood. Kkemudian menu pesanan saya juga bagus di bentukan saja, tapi untuk rasa kami berdua setuju kalau masih jauh dari ekspektasi kami. Secara rekapan pengalaman makan kami semalam kurang menyenangkan jadinya.

Sebagai latar belakang, idol saya di masa lalu salah satunya adalah makanan. Karena kami dibesarkan bukan dari keluarga yang punya priviledge untuk makan enak. Ya makan seadanya saja. Masih mending bisa makan. Karenanya saya jadi punya craving yang besar sama makanan-makanan enak. Belakangan bentukan Tuhan bikin saya sadar hal ini dan pelan-pelan berhala itu berkurang. Tapi sayangnya saya menyadari kalau kemarin itu saya jatuh lagi..........

Pelajaran yang saya dapat :
  1. Sebenarnya Tuhan udah kasih hint siangnya di Threads pas saya baca postingan Ps.Billy Lantang tentang berdoa minta persetujuan Tuhan bukan dalam perkara besar aja tapi juga perkara kecil. saya gak minta persetujuan Tuhan dalam hal ini (cari tempat makan yang lokasinya jauh padahal udah malam - apa iya se-urgent itu? Apa iya se-worth it itu?). Akhirnya saya dapat pelajaran berharga dari Tuhan.
  2. Kalo kamu menang hari ini lawan dosa, bukan berarti kamu menang seterusnya. Besok dia bakal datang lagi dengan cara godaan yang berbeda. iblis gak akan nyerah. Saya harus minta kekuatan Tuhan bukan hanya hari ini, tapi setiap hari supaya mampu dimenangkan dalam spiritual battle saya. Buktinya baru kemarin puasa, eh besokannya udah jatuh dalam dosa kerakusan....hiks...
  3. Jangan berdiri dekat-dekat jurang kalau gak mau jatuh. Seharusnya saya berhenti scroll sosmed yang bejibun konten-konten makanan itu. Kan saya tahu salah satu kejatuhan saya di makanan. Tapi say amencobai diri saya sendiri. Ini namanya dablek! Yuk jadi bijaksana wahai diriku. Melipir ke tengah biar gak tergelincir ke dalam jurang. 
  4. Roh memang kuat tapi daging lemah! Jangan kasih lengah! 
Ini menyadarkan saya bahwa ternyata setiap hari itu kita harus perang terus ya melawan dosa. Susah kalo dibayangin. Tapi Roh Kudus kiranya menolong saya supaya bisa lebih bijak dari  hari kemarin dan begitu seterusnya. Gak bisa cuma andalkan Tuhan hari ini lalu besok udah lempar diri ke pencobaan. Itu namanya belum serius mau ikut Tuhan dan pikul salib.

Yuk diriku...semangat kalahkan idol kerakusan akan makanan!

Dengan menuliskan ini, saya bisa mengingat dan menyadari pelajaran apa yang Tuhan kasih tiap kali saya salah langkah biar gak semakin bablas gak jelas. 

I thank You Lord for you love to me................

Selasa, 06 Mei 2025

Rejeki hari ini dari Tuhan

Berterima kasih buat berkat dari Tuhan melalui pesanan jamu yang banyak. Memang lelah mengerjakannya tapi bersyukur karena (rejeki) ini semua datangnya dari Tuhan. Kerja keras gak akan mengkhianati hasil hehehe.....Gak boleh malas. Harus semangat! 

Mana bacaan BRG hari ini juga pas lagi...Dari Amsal 6. Salah satu yg diingetin adalah supaya jangan malas. Ayat hafalan bulan ini juga ngena banget : Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan. Memang anak Tuhan harus punya mental rajin. Firman Tuhan aja kasih inget begitu. Bersyukur juga untuk Paksu yang mau anter pesanannya ke titik jemput. Love u Paksu 💏




Senin, 05 Mei 2025

Rhema hari ini...

 1 Samuel 5 : 3

Ketika orang-orang Asdod bangun pagi-pagi pada keesokan harinya, tampaklah Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut TUHAN; lalu mereka mengambil Dagon dan mengembalikannya ke tempatnya.

Tuhan gak bisa disamakan sama dewa-dewa yg hanya benda mati. Ia membuktikan bahwa Ia lebih berkuasa dari dewa Dagon. Sayangnya melihat itu semua orang Asdod gak pakai logic mereka bahwa dewa mereka aja “sujud” sama Tuhan Allah Israel. Seharusnya mereka sadar & menyembah Tuhan, tapi sayangnya mereka hanya takut tapi tidak bertobat.

Membaca perikop ini membuat saya ditegur utk gak kayak orang Asdod. Udah tahu Tuhan itu maunya saya jadi pribadi yg seperti apa, tapi jangan saya hanya tahu, tapi benar-benar mau dibentuk Tuhan. Bukan cuma tahu bohong itu dosa, tapi tinggalin kebiasaan itu karena Tuhan gak suka. Semua orang bisa saja tahu apa yg benar tapi gak semua orang bisa memberi diri utk melakukan yg benar. Hanya mereka yg mau dengan kerendahan hati dutuntun oleh Roh Kudus-lah yg bisa menaklukkan kedagingan & taat kepada firman Tuhan.

Another Scoby Adoption Went Success


Jadi scoby aku kirim lagi ke salah satu teman online-ku dan ia berkabar kalo sudah berhasil meng-anak-kan scoby kirimanku. 
Senangnya kalau scoby kirimanku bisa lanjut beranak-pinak. 
Semoga membawa kebaikan untuk yang mengadopsi.

 

Selasa, 22 April 2025

Rhema 21/04/25

Hakim-hakim 21:21, 25 (TB)  

Perhatikanlah baik-baik; maka apabila anak-anak perempuan Silo keluar untuk menari-nari, baiklah kamu keluar dari kebun-kebun anggur itu, dan masing-masing melarikan seorang dari anak-anak perempuan Silo itu menjadi isterinya dan pergi ke tanah Benyamin. 

Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.

Pas baca pasal ini jujur kesel banget karena solusi macam apa yg seperti itu? Menculik anak gadis utk dijadikan istri. Dan usulan itu diberikan oleh "petinggi2". Sungguh solusi yg gak bijaksana. Tapi ya karena setiap orang merasa berbuat benar menurut pandangan ya sendiri. Mereka gak melibatkan Tuhan dalam kehidupan mereka. Di pasal ini memang mereka menangis kepada Tuhan, tapi tidak dikatakan bahwa mereka mencari & tanya Tuhan apa keputusan yg paling benar utk solusi dari masalah mereka. Semua awalan tindakan yg gak minta hikmat Tuhan jadi semakin merembet menghasilkan keputusan2 yg gak tepat & membawa hal buruk.

Saya diingatkan utk senantiasa melibatkan Tuhan dalam segala aspek kehidupan supaya apa yg saya buat gak berdasarkan kebenarannya saya sendiri, tapi berdasar kebenarannya Tuhan.


2 Korintus 5 : 17

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Berterima kasih sekali kepada Tuhan Yesus. Rangkaian perayaan Jumat Agung & Paskah kemarin sangat mengingatkan betapa kasih Tuhan begitu besar buat saya pribadi sehingga saya yg gak layak menjadi dilayakkan menerima pengampunanNya. Menerima pengharapan dalam Kristus utk beroleh hidup yg kekal. Biarlah kesadaran ini juga berlaku dalam cara saya menjalani hidup. Gak suka-sukanya saya lagi. Gak mau nurutin kedagingan saya. tapi sadar bahwa saya sudah ditebus. Hidup saya berharga, dan didalam Kristus saya adalah ciptaan baru yg juga harus punya hati & komitmen yg baru utk meneladani cara hidup Tuhan Yesus. Agar hidup saya bukan utk kesia-siaan tapi utk menghadirkan kasih Kristus bagi sesama.

Rhema 22/04/25

2 Korintus 6:16 (TB)  

Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.  

Wah di ayat ini dikatakan kita ini adalah bait Allah. Tempat dimana Allah berdiam melalui Roh KudusNya didalam kita. Kalo udah gini saya harus sadar buat gak simpan yg "busuk-busuk" dalam baitNya Tuhan, karena Tuhan gak suka dan saya pun malu, masa iya Tuhan nempatin tempat yg "kotor"?  

Saya harus jadi "tuan rumah" yg baik utk Tuhan tinggal dalam hidup saya.


Amos 1:13 (TB)  

Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat bani Amon, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka membelah perut perempuan-perempuan hamil di Gilead dengan maksud meluaskan daerah mereka sendiri, 

Duh seramnya.....

Perbuatan yg mengerikan. Tidak berperikemanusiaan dg tujuan utk keuntungan pribadi (perluasan daerah kekuasaan).

Manusia bs jadi makhluk yg sangat jahat. Perbuatan ya buas/ sadis seperti tidak memakai akal budi. Dan ini karena tidak dipimpin dalam kebenaran & kasih Tuhan.

Saya gak mau jadi orang yg melakukan segala cara utk mendapat yg saya mau sampai kehilangan jati diri sebagai anak Tuhan. Saya harus cek hati terus. Waspada dan berjaga2 apakah keinginan saya selaras sama keinginan Tuhan? Apakah cara saya utk memperoleh sesuatu juga selaras dg kehendak Tuhan? Supaya saya tidak "menggadaikan" identitas saya sebagai anak Tuhan ganti pemuasan keinginan pribadi yg belum tentu selaras sama maunya Tuhan.

Minggu, 16 Maret 2025

Rhema tgl 150325

Markus 15:15 (TB)  

Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.

Kalau saya kesal sama sikap Pilatus ini, maka saya juga harus introspeksi diri apakah saya lebih suka senangkan hati manusia atau hati Bapa? Apakah saya lebih senang diterima manusia atau diterima Bapa?

Biarlah sikap mencari perkenanan hati Bapa senantiasa ada di hati saya sehingga saya tidak sibuk mencari perkenanan manusia yg belum tentu selaras dg kehendak Tuhan.


Yosua 15:1 (TB)  

Bagian yang diundikan kepada suku bani Yehuda menurut kaum-kaum mereka adalah sampai ke batas tanah Edom, sampai ke padang gurun Zin ke selatan, di ujung selatan.

Tiap suku dikasih batasan sampai mana wilayah yg menjadi bagian mereka. Kenapa? Karena manusia itu kalo soal keinginan gak ada batasannya. Kalo gak diatur oleh pemimpin yg bijak & dihormati krn rakyat melihat sosoknya sbg teladan & diberkati Tuhan, bisa saja suku2 tersebut malah di masa depan bisa saling perang krn memperebutkan wilayah kekuasaan satu sama lain. Dengan dibatasi maka tiap suku jadi tahu mana batasan hak mereka agar tidak bersinggungan dengan batasan suku Israel lainnya.

Banyak peristiwa kakak-adik jadi gak akur krn rebutan warisan. Karena harta tali persaudaraan putus. Biasanya utk menghindari ini orang tua sudah bagi jatah masing2 waktu hidup (ini aja tetap gak nutup kemungkinan tetap ada perselisihan krn ada yg suka merasa kurang puas sama jatah pembagian).

Hanya didalam Tuhan manusia bs menemukan kepuasan sejati sehingga merasa content. Sehingga mampu punya self awareness utk membatasi dirinya dg keinginan2 yg bersifat duniawi. Makan cukup. Gak craving more and more. Punya tas cukup utk dipakai bukan sampai dikoleksi berpuluh2. Punya sepatu cukup sesuai kebutuhan, bukan sampai berrak-rak. Semua ini sanggup kita batasi kalo terlebih dulu kita bergantung sama Tuhan sebagai sumber kepuasan yg sejati.

Hubby's Appreciation

  Hari ini suamiku pasang ini di status WA-nya. Ia termasuk jarang mengekspresikan rasa sayangnya dengan kata-kata, tapi emang dari jaman pa...