Kamis, 16 April 2026

Rhema 5 Januari 2026

Ester 5:14 (TB)  

Lalu kata Zeresh, isterinya, dan semua sahabatnya kepadanya: "Suruhlah orang membuat tiang yang tingginya lima puluh hasta, dan persembahkanlah besok pagi kepada raja, supaya Mordekhai disulakan orang pada tiang itu; kemudian dapatlah engkau dengan bersukacita pergi bersama-sama dengan raja ke perjamuan itu." Hal itu dipandang baik oleh Haman, lalu ia menyuruh membuat tiang itu.

Jadi istri itu harus bijaksana. Kalau suami marah bukan siram bensin ke api. Justru harus meredakan amarahnya agar suami bisa berpikir & mengambil keputusan yg benar. Tidak demikian yg terjadi dg istri Haman. Ia memperkeruh suasana dg ide soal tiang gantungan utk Mordekhai. Jadi pembelajaran buat saya utk tidak jadi istri yg berjiwa provokator. Kalo suami emosi bukan malah dipancing, tapi diredakan dg sikap berhikmat.

Rhema 3 Januari 2026

Ester 3:9-10 (TB) 

Jikalau baik pada pemandangan raja, hendaklah dikeluarkan surat titah untuk membinasakan mereka; maka hamba akan menimbang perak sepuluh ribu talenta dan menyerahkannya kepada tangan para pejabat yang bersangkutan, supaya mereka memasukkannya ke dalam perbendaharaan raja." 

Maka raja mencabut cincin meterainya dari jarinya, lalu diserahkannya kepada Haman bin Hamedata, orang Agag, seteru orang Yahudi itu,

Baca ini jadi sadar kadang saya sama aja kayak Raja Ahasyweros yg sering cm denger cerita dari satu pihak lalu dg gegabah ambil keputusan yg belum tentu tepat. Kenyataannya tiap orang itu punya POV yg pasti benar menurut pandangannya sendiri.

Pasti Haman cari pembenaran utk diri sendiri. Raja gak akan tahu versi dari Mordekhai kenapa dia gak mau sujud kpd Haman. Lagi pula apa iya bila seseorang bersalah harus semua bangsanya yg kena akibatnya? Raja dg mudah terperdaya & merestui pemusnahan bangsa Yahudi. 

Kalo saya gak bijak pun, bisa aja saya anggap si A (misalnya) udah pasti bersalah sesuai cerita si B. Padahal belum tentu kejadiannya demikian. Harus ada counter dari A supaya lebih adil. Jadi kalo saya denger cerita seseorang, saya gak boleh langsung dg mudahnya menghakimi. Segala sesuatu harus diuji kebenarannya. Bisa aja yg kita anggap teman ternyata menjerumuskan kita utk ambil keputusan yg salah (misal : ikut membenci orang lain).

Kalo kita bahkan punya posisi yg penting utk ambil keputusan yg berdampak luas, minta hikmat Tuhan utk dibukakan kebenaran supaya tidak sembarang memutuskan.

Mazmur 66:18 (TB)  

Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar. 

Tuhan adalah Allah yg baik & benar. Ia bukan eksekutor kita yg bisa "disuruh-suruh" utk membalaskan orang2 yg jahat kepada kita agar orang2 tsb bisa kena hukuman sekehendak hati kita. Maka jauhkanlah kiranya dari diri saya utk mendoakan yg jahat bagi orang lain. Rasanya malu kalo udah ikut Tuhan lama tapi masih aja punya mental kayak gini. Saya harus upgrade sesuai kehendak Tuhan. Mendoakan hal yg benar menurut kehendak Tuhan, bahkan utk orang2 yg sulit.

Rhema 2 Januari 2026

Mazmur 65 : 11

Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu,

jejak-Mu mengeluarkan lemak;

Baca ayat ini di awal tahun terasa sangat menguatkan & memberi kesejukan di hati, karena memberi pengharapan bahwa didalam ketidaktahuan akan apa yg ada di depan kita, Tuhan sudah merancangkan kebaikan bagi kita. Selama kita mengikuti jejaknya Tuhan, maka kita tidak akan tersesat. Selalu akan ada berkat disana. Tidak melulu bicara soal harta benda, tapi juga bisa dalam bentuk kesehatan, kasih dari orang-orang di sekitar kita, bahkan kalo tempat tinggal kita aman, alam keadaannya baik, itu juga berkat Tuhan.


Ester 2 : 19-22

Selama anak-anak dara dikumpulkan untuk kedua kalinya, Mordekhai duduk di pintu gerbang istana raja.

Pada waktu itu, ketika Mordekhai duduk di pintu gerbang istana raja, sakit hatilah Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, lalu berikhtiarlah mereka untuk membunuh raja Ahasyweros.

Tetapi perkara itu dapat diketahui oleh Mordekhai, lalu diberitahukannyalah kepada Ester, sang ratu, dan Ester mempersembahkannya kepada raja atas nama Mordekhai.

Sebenarnya Mordekhai awalnya hanya berniat mengawasi Ester, tapi ternyata hal itu Tuhan pakai utk membuatnya mengetahui persekongkolan Bigtan & Teresh utk membunuh raja. Dan kalau nanti baca di pasal-pasal berikutnya, hal ini juga jadi moment yg penting dlm penyelamatan nyawa Mordekhai sendiri.

Ibarat perjalanan memasuki tahun baru ini, kita tuh gak tahu apa yg akan terjadi di keesokan hari, sebulan kemudian, atau bahkan sampai menjelang akhir tahun. Tapi rancangan Tuhan tuh gada yg kebetulan. Kadang kita mikirnya ah peristiwa ini biasa aja, tapi ternyata kejadian itu malah jadi moment penting yg Tuhan pakai dlm hidup kita utk mengubah sesuatu. Everything happens for a reason. Gada yg kebetulan. Rajutan peristiwa yg Tuhan renda dalam hidup kita itu tujuannya utk kebaikan kita. Mari ikut caranya Tuhan dg taat supaya cepet sampainya ke tujuan yg Tuhan mau.


Kamis, 29 Januari 2026

Hubby's Appreciation

 


Hari ini suamiku pasang ini di status WA-nya. Ia termasuk jarang mengekspresikan rasa sayangnya dengan kata-kata, tapi emang dari jaman pacaran kalo sekali ngasih surat ucapan selalu menyentuh hati. Termasuk hari ini, ketika aku membacanya berasa mellow sekali.

Terima kasih suamiku.

I thank God for you.

Senin, 26 Januari 2026

Rhema 4 Desember 2025

Mazmur 34:3 (TB)  (34-4) 

Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! 

Orang yg mengucap syukur kepada Allah, salah satu bentuk syukurnya adalah mengajak orang2 di sekitarnya utk juga memuliakan Tuhan. Banyak contoh di Injil, ketika orang2 yg mengalami kesembuhan dari Tuhan Yesus, mereka akan dg semangat ingin menceritakan kpd orang lain ttg kasih karunia Tuhan bagi mereka. Jadi, biarlah hal itu juga yg ada dlm hati saya & termanifestasi dlm cara hidup & laku saya. Saya ingin orang2 juga bisa merasakan kasih Tuhan melalui kesaksian hidup saya lewat cara verbal & juga kelakuan yg mempermuliakan nama Tuhan. Sehingga boleh semakin banyak orang di sekeliling saya yg terdampak utk mengenal Tuhan serta kasihNya, lalu ikut mempermuliakan Tuhan juga dlm hidup mereka. Jadi sebuah siklus yg terus berlanjut ke orang2 di sekitar mereka juga, dan begitu seterusnya.


Filipi 3:15-16 (TB)  Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.

Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.

Dulu saya sering mempertanyakan banyak hal kepada Tuhan. Kenapa ini begini, kenapa ini begitu. Tapi kalo sekarang menengok ke belakang, jadi sadar bahwa Tuhan udah jawab banyak hal ttg pertanyaan2 saya dg cara yg ajaib. Entah itu lewat peristiwa hidup yg saya alami sendiri, atau kadang dialami oleh orang lain. Dan itu semua makin nyata ketika saya lebih banyak bergaul sama firman Tuhan. Jadi tahu POV-nya Dari sudut pandang kehendak Tuhan. Dari ayat diatas, saya pribadi jadi diingatkan utk gak cepat merasa puas atau berhenti cm sampai disini, tapi harus terus rindu utk Gali kebenaran firman Tuhan supaya akan lebih banyak lagi yg Tuhan singkapkan bagi saya utk jadi panduan dlm menjalani hidup. "Kerjakan keselamatanmu!" Biarlah ini jadi sebuah perintah yg saya aplikasikan lewat gak pernah merasa cukup utk terus pelihara hubungan pribadi saya bersama Tuhan lewat doa-penyembahan-baca firman Tuhan. Sehingga lewat memperlengkapi diri dlm ruang pribadi bersama Tuhan, saya dimampukan utk jadi pejuang Iman yg berdampak bagi sesama.

Rhema 3 Desember 2025

Filipi 2:4, 14 (TB)  

dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, 

Ayat 4 : diingetin utk gak egois. Jangan mau enaknya sendiri. Harus peduli juga sama orang lain karena Tuhan Yesus udah kasih contoh duluan dlm hal ini. Ia, Raja diatas segala raja bersedia turun ke dunia dlm kesederhanaan utk menderita demi menebus dosa manusia. Karena Ia peduli akan keselamatan kita.

Ayat 14 : dalam melakukan tugas panggilan kita dimanapun itu. Sebagai istri, sebagai pekerja, sebagai pelayan Tuhan, saya diingatkan utk melakukan apa yg sudah jadi bagian saya/ harus saya lakukan dg setia & gak bersungut-sungut. Walau kadang suami, atau orang di tempat kerja, atau rekan pelayanan gak lakuin hal yg sesuai sama ekspektasi saya, bukan berarti saya jadi merasa udah paling bener, udah paling cape, udah paling lakuin semua2 tapi semuanya dilakuin sambil mulutnya juga gak berhenti ngoceh/ ngedumel. Kalo kayak gitu jadinya apa yg saya kerjakan gak jadi berkat karena gak saya lakuin dg ketulusan tapi keterpaksaan.


Mazmur 33:4, 15 (TB)  

Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. 

Dia yang membentuk hati mereka sekalian, yang memperhatikan segala pekerjaan mereka. 

Ayat 4 : Tuhan jadi contoh soal melakukan pekerjaan dg kesetiaan. Seperti rhema Filipi 2, biarlah ini yg memotivasi saya utk melakukan kerja & tugas saya dg setia & tidak dg bersungut2. Taat.

Ayat 15 : Karena Tuhan tahu isi hati setiap kita. Apakah yg kita lakukan sudah utk menyenangkan hatiNya atau cuma utk cari pamor? Kadang kita maunya bagus didepan manusia saja, bahkan sampai lakuin hal2 yg gak sesuai firman Tuhan. Tapi Tuhan melihat hati & pekerjaan kita. Apakah semua itu murni dilakukan dg kesungguhan & ketaatan atau hanya utk pencitraan semata.

Rhema 2 Desember 2025

Mazmur 32:3, 5 (BIMK)  

Selama aku tidak mengakui dosaku, aku merana karena mengaduh sepanjang hari. 

Lalu aku mengakui dosaku kepada-Mu, kesalahanku tak ada yang kusembunyikan. Aku memutuskan untuk mengakuinya kepada-Mu, dan Engkau mengampuni semua dosaku. 

Didalam pengakuan & keterbukaan (akan dosa), ada pemulihan & kesembuhan. Tentunya pengakuan & keterbukaan ini harus pada orang yg tepat (selain tentunya yg terutama kepada Tuhan). Supaya kita dibimbing utk masuk dalam pertobatan & pemulihan. Karena menutupi dosa hanya akan menghasilkan dosa2 lainnya krn contoh saja: berbohong ditutupin dg kebohongan lainnya & demikian seterusnya. Tuhan mau kita bebas & tidak terikat dlm dosa. Karenanya udah paling bener jujur sama Tuhan & minta ampun sehingga proses pemulihan akan lebih cepat.


Filipi 1:6 (TB)  

Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Tuhan yg memulai (pekerjaan baik dlm pemberitaan injil), Tuhan juga yg akan mengakhirinya dg baik. Jadi kita ini adalah pekerjanya Tuhan. Kalo kita undur atau menyerah, bukan berarti lalu rencana Tuhan jadi gagal, karena sesungguhnya Tuhan bisa pakai apa saja & siapa saja utk menggenapi rencanaNya. Sekarang adalah keputusan kita utk mau menyelesaikannya didalam Tuhan atau menyerah di tengah jalan?

Jaga bazaar perdana di 2026