Minggu, 16 Maret 2025

Rhema tgl 160325

Markus 16:7 (TB)  

Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu." 

Wah walau Petrus punya respons yg fluktuatif dalam perjalanan imannya bersama Tuhan Yesus, tetapi ternyata Tuhan selalu melibatkannya dalam moment2 spesial private-nya Tuhan. Dari saat Tuhan Yesus mengalami transfigurasi, di Getsemani, bahkan juga dalam pesan ini nama Petrus disebutkan dg jelas.

Sebagai pribadi saya juga menyadari bahwa perjalanan iman saya g selalu mulus. Ada saat2 dimana saya merasa lemah, kalah. Tapi bersyukur sebagaimana Tuhan gak pernah menyerah utk Petrus mengalami pertobatan, Tuhan juga gak menyerah utk perubahan saya. Ia bawa saya sedemikian rupa mengalami pengalaman iman yg membuat saya meninggalkan banyak hal yg tadinya buat saya biasa aja tapi ternyata sekarang saya sadari sebagai sesuatu yg gak berkenan di hadiratNya. Terima kasihku utk kasihNya yg gak berkesudahan buatku.


Yosua 16:10 (TB)  T

etapi orang Kanaan yang diam di Gezer tidaklah dihalau mereka. Jadi orang Kanaan itu masih tetap tinggal di tengah-tengah suku Efraim sampai sekarang, tetapi menjadi budak rodi. 

Hal ini mungkin buat suku Efraim adalah keuntungan. Ada budak utk kerja rodi. Padahal pesan Tuhan agar penduduk asli harus dimusnahkan agar di masa depan g bikin bangsa Israel berpaling dari Tuhan krn kawin campur & percampuran budaya yg akhirnya menggiring mereka menyembah ilah2 bangsa lain. Berzinah iman dari Allah.

Kadang hal yg kita kira adalah keuntungan secara mata manusia, ternyata memberi dampak buruk buat kehidupan iman kita.

Jadi kadang ada alasan Tuhan mengambil/ menjauhkan sesuatu dr kita. Krn tujuannya sebenernya utk keselamatan kita sendiri.

Rhema hari ini...............

Yosua 17:16 (TB)  

Kemudian berkatalah bani Yusuf: "Pegunungan itu tidak cukup bagi kami, dan semua orang Kanaan yang diam di dataran itu mempunyai kereta besi, baik yang diam di Bet-Sean dengan segala anak kotanya maupun yang diam di lembah Yizreel." 

Ternyata dalam pembagian wilayah terjadi protes juga yg datangnya dari bani Yusuf. Mereka melihat apa yg di depan mata (musuh yg kuat dg kereta besi), tetapi Yosua menekankan kepada kelebihan mereka (bangsa yg besar). Sehingga gada yg mustahil utk menang, apalagi didalam penyertaan Tuhan.

Seringkali kitapun bersikap seperti bani Yusuf. Pandangan tertuju pada kelemahan kita & besarnya halangan/ masalah didepan mata. Kita lupa bahwa Tuhan juga memberkati kita kemampuan/ kelebihan/ talenta & nilai plusnya adalah penyertaan Allah. Maka setiap masalah yg kita hadapi asalkan kita bawa kepada Tuhan maka akan ada jalan keluar.


Daniel 1:20 (TB)  

Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya. 

Karena sikap yg benar di hadapan Allah, maka Daniel, Hananya, Misael & Azarya mendapat perkenanan Tuhan lewat penyertaan yg diberikan lewat berbagai2 hikmat yg dianugerahkan Allah bagi mereka. Mereka menjadi sangat menonjol dalam prestasi didepan raja dibanding orang2 bijak lainnya.

Mendahulukan Tuhan & mencari perkenananNya selalu yg utama dibanding menyenangkan hati manusia. Dan ini sudah dibuktikan Daniel, Hananya, Misael & Azarya.

Tuhan meninggikan mereka didepan manusia krn sudah mendahulukan Tuhan. Saya mau mencontoh keberanian mereka bersikap & berintegritas dalam Iman.

Kamis, 13 Maret 2025

Scoby adopsi berhasil....

Yeay senangnya hatiku, scoby yang kukirim ke teman komunitas di wa group bisa berkembang....

Semoga bisa jadi berkat yang menyehatkan untuk yg konsumsi kombucha-nya.

Foto scoby yang berhasil dikembangbiakkan temanku.

Kamis, 20 Februari 2025

Obat Ginjal/ Cuci Darah

DISCLAIMER :

Ini adalah pengalaman pribadi. Saya sama sekali bukan ahli medis, maka utk pertanggungjawaban secara klinis saya tidak kompeten sama sekali. Yang saya ceritakan adalah pengalaman pribadi semata ketika Papi saya sembuh dan dinyatakan dokter gak perlu cuci darah lagi.




Jadi waktu itu di tahun 2012 Papi ginjalnya bermasalah sebagai efek keseringan minum obat herbal utk asam uratnya. Akhirnya sempat dirawat bolak-balik gonta-ganti rumah sakit hampir sebulan lebih. Dan keputusan akhirnya waktu itu adalah cuci darah. Sempat beberapa kali (lupa tepatnya berapa kali, yang pasti lebih dari 2x, karena sudah cuci darah juga diluar rawat inap). Waktu itu belum jaman BPJS. Papi sedih banget tiap kali mau cuci darah karena menurut beliau akan sangat merepotkan keluarga, karena biaya besar, belum ongkos bolak-baliknya. 

Saat sepupu saya tahu Papi harus cuci darah, beliau kirim tanaman ini yang menurut pengalaman dimana beliau melayani, ada kesaksian jemaat yg dilayaninya kalau ia sembuh karena rutin minum tamanan ini.

Akhirnya Mami pun bikin ramuan dari tanaman ini untuk dikasih ke Papi.
Resep yang saya dapat : 
  • Godok 2 gelas air (ukuran gelas belimbing) dengan 5 rumpun daun sampai jadi 1 gelas air.
  • Minum pagi & sore.
  • Bisa dalam kondisi tanaman masih segar atau sudah dalam keadaan kering dijemur.
  • Minum setiap hari (jangan ada skip).
Ketika ada pemeriksaan lagi ke dokter, dokter menyatakan ginjal Papi sehat & gak perlu cuci darah lagi. Puji Tuhan! Gak nyangka banget.

Di 2018 Papi masuk rumah sakit lagi dan waktu itu masuk ICU. Dokter menyarankan cuci darah tapi karena tekanan darahnya gak turun-turun, akhirnya beliau gak sempat melakukan cuci darah karena akhirnya Tuhan panggil pulang. Selama 2012 ke 2018 itu beliau melakukan aktivitas dengan normal, hanya karena di 2012 itu sempat di kursi roda, lalu akhirnya bisa berjalan lagi, beliau setelah itu pakai tongkat utk berjalan. Tapi selama itu gak pernah ada keluhan lagi soal ginjalnya.

Demikian pengalaman yg saya peroleh ketika kami bergumul dengan sakitnya Papi. Saya percaya didalamnya ada mujizat Tuhan juga utk kesembuhan Papi.



  


Kamis, 13 Februari 2025

Rhema 11-02-2025

Matius 11 : 2-3, 6

Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,

lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?"

Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."

Tiap kali baca perikop ini, jujur saya bertanya-tanya dalam hati, apakah ada ketegangan dalam hubungan Tuhan Yesus & Yohanes Pembaptis?

Mereka adalah sepupu, juga saling bersinggungan dalam pelayanan. Dimana Yohanes membuka jalan bagi kedatangan Tuhan Yesus & juga membaptisNya.

Namun bisa keluar pertanyaan yg seperti mengisyaratkan keraguan pada ayat 3 (atau mungkin kekecewaan karena apa yg ditulis di Matius 4 : 12 Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea. ? )

Apalagi pada ayat 11 kembali dikatakan oleh Tuhan Yesus :

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

Saya tidak tahu bagaimana terms hubungan Tuhan Yesus & Yohanes Pembaptis pada akhirnya. Karena juga tidak dijelaskan respons Yohanes lebih lanjut. Tapi yg saya dapat secara pribadi adalah mau “sebesar” apapun nama seseorang dalam pelayanan, yg terpenting adalah bagaimana hubungan pribadinya dengan Tuhan Yesus. Apakah ia punya intimacy dengan Tuhan sehingga mampu mencerna & melihat apa yg Tuhan mau buat di hidupnya. Karena jalan Tuhan gak selalu seperti jalan tol, kadang berbatu-batu dan kita kadang merasa ditinggalkan, babak belur, padahal Tuhan selalu disamping, mendampingi seperti orang tua yg sedang memberi ruang bagi anaknya utk belajar soal hidup yg emang gak mudah. Supaya kita gak jadi anak-anak gampang. Tapi teruji seperti emas yg dimurnikan sehingga terlihat cinta kita yg tulus sama Tuhan gak tergantung sama enak-menderitanya hidup, senang-sakit, suka-duka. Seperti kasih Tuhan yg tetap sama, Ia juga mau kitapun punya cinta yg sama kepadaNya meski keadaan hidup berubah-ubah. Mengimani & meyakini bahwa Tuhan baik, no matter what.

Nehemia 2 : 19

Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, dan Gesyem, orang Arab, mendengar itu, mereka mengolok-olokkan dan menghina kami. Kata mereka: "Apa yang kamu lakukan itu? Apa kamu mau berontak terhadap raja?”

Niat baik bahkan yg diberkati oleh Tuhan tidak serta-merta tanpa halangan/ rintangan. Ada aja orang-orang yg gak suka dg apa yg dilakukan Nehemia. Bahkan ketidaksukaan itu diperlihatkan terang-terangan. 

Dalam hidup kita pun, kita hidup dg baik saja, tetap akan ada orang yg gak suka entah krn alasan apa. Kalau hal ini terjadi, saya diingatkan utk tidak menjadi kecewa atau tawar hati utk tetap berbuat baik, karena bahkan di dalam firman Tuhan saja sudah dikasih tau sejarah kehidupan manusia yg demikian. Nehemia berbuat apa yg baik dimusuhi, bahkan Tuhan kita Tuhan Yesus yg selalu berbuat kebaikan, menyembuhkan banyak orang, tetap ada saja yg benci. Dan lucunya yg benci malah orang-orang yg “tahu agama”. Jadi biar orang punya niat jelek/ benci kepada kita for no specific reason, tetap lakukan kehendak Tuhan. minta kekuatan Roh Kudus utk gak ikut jadi benci balik. Inilah identitas anak-anak Tuhan yg berat tapi bisa karena pertolongan Roh Kudus.

Hubby's Appreciation

  Hari ini suamiku pasang ini di status WA-nya. Ia termasuk jarang mengekspresikan rasa sayangnya dengan kata-kata, tapi emang dari jaman pa...