Senin, 16 Januari 2012

Abu-abu

Ketika saya masih kecil....dunia terlihat lebih mudah dipahami. Hanya ada warna hitam dan putih. Hanya ada baik dan buruk, benar dan salah. Hanya ada tokoh protagonis murni dan antagonis sejati.

Tapi itu dulu.....
Seiring bertambahnya usia dan semakin banyaknya asupan "garam kehidupan"........
Batas hitam-putih itu mulai samar. Warnanya mulai berubah abu-abu....
Karena ternyata dibalik sikap antagonis...terkadang ada sejarah yang mengakibatkannya bersikap demikian....lalu entah kenapa....bawaan hati jadi "sedikit bersimpati" dan memberi sedikit ruang untuk "sang toleransi"

Dulu hanya ada cerita paling manis tentang sang putri yang jatuh cinta pada pangeran berkuda putih....tapi seiring waktu mulai saya mengenal....bisa saja ceritanya berbelok tentang sang putri yang jatuh cinta pada pengawal kerajaan....atau justru sang pangeran yang jatuh cinta pada ibu tirinya sendiri......
Yang artinya......life is not as simple as fairytale....sometimes it's more complicated than the Pentagon strategy :p

Lalu saya bertanya pada nurani....apakah ini artinya saya mulai mentoleransi sebuah kesalahan? Mulai mencari pembenaran pada suatu kekeliruan?
Apakah saya sudah tidak "semurni" bocah yang dulu tahu membedakan mana yang benar dan salah dengan begitu mudahnya?

Saya tidak mau menganggap diri saya benar......saya hanya ingin tetap bisa mengatakan "tidak" untuk hal yang salah. Saya juga ingin bisa menempatkan diri dengan baik dan melihat dunia dari mata orang lain...bukan hanya dari mata saya...karena terkadang kata "tidak" itu tak semudah yang kita duga untuk dijalankan.
Saya hanya ingin bisa membantu mereka yang sulit melaksanakan kata "tidak" untuk sebuah kesalahan menemukan arah yang tepat bagi mereka untuk berjumpa dengan kata "tidak" itu dengan self experience mereka sendiri.

Dunia ini memang semakin abu-abu....tapi jangan sampai kita terlena dan lupa menjadi putih ketika hitam mulai meraja.

posted from Bloggeroid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar