Dan hari ini...perasaan saya untuk memakai baju hitam yang sangat kuat kembali terjawab......
Kenapa??
Hanya bisa mengatakan : Tuhan mendampingi dan menyeka air mata keluarga yang ditinggalkan....
Been there before...tidak ada kata terbaik selain penghiburan dalam "diam yang empati"
Contains my writings, drawings, photography. All things that capture my feelings at the time equally.
Selasa, 13 Maret 2012
Selasa, 06 Maret 2012
Kamis, 01 Maret 2012
Bittersweet
Sebuah kerinduan akan "rasa sakit" setelah sekian lama ia menetap.
Keterkejutan karena ternyata ia sudah hilang, sebelum saya benar-benar mawas.
Mungkin itu yang membuat saya sedikit merasa something's missing.
Fakta yang aneh.
Ketika sesungguhnya saya sudah menunggu lama agar rasa itu pergi-
tapi ternyata ada bagian dalam diri saya yang merasa ada yang kurang ketika ia pergi tanpa pamit.
-What a bittersweet fact-
Kamis, 23 Februari 2012
"wayangan"
Suka nonton wayang? Yup....mungkin karena ada darah Jawa yang mengalir dalam diri saya.
Dan ada darah seorang guru sejarah yang mengalir dalam diri saya. Wayang dan segala konflik ceritanya, sangat menarik untuk diikuti.....complicated bahkan sebelum ada sinetron-sinetron yang njelimet dan gak makna di jaman sekarang ini (padahal jaman saya kecil sinetron banyak kok yang bermutu...kenapa kesini-sininya makin payah ya?). Ceritanya sebenarnya lebih berliku ketimbang telenovela.
Mendengarkan nyanyian dan musik dalam pewayangan itu....apalagi kalau dari siaran radio....membawa saya bernostalgia tentang Semarang....tentang rumah Opa...dan tentunya tentang Opa.
Wayang......banyak pembelajaran hidup yang bisa ditarik dari ceritanya.
Ceritanya banyak....tapi saya suka cerita Mahabrata. It's cool - kinda' perseteruan gangster elite - between Pandawa and Kurawa.
So...wayangan di atas cuman intermezzo. Wayangan saya sebenarnya tentang ya...."wayangan" itu sendiri alias habit mengerjakan sesuatu sampai semalaman suntuk. Nggak dicicil dari jauh-jauh hari. Kedebak-kedebuk.
Saya sangat "hidup segan mati tak mau" dalam menghilangkan habit ini.
Mungkin pengaruh intermezzo di atas (walau saya tahu itu hanya alasan yang dicari-cari).
Ujian dari dahulu kala belajar hobinya ya ini...wayangan. As a note : belajar-bukan bikin contekan ya- I try my best to fill/answer my test with honest way. Bikin bahan juga wayangan......oh my....how I already fall for this "wayangan" habit.
Pertanyaannya adalah sampai kapan ya?
Sampai tulisan ini tercetak ya saya sedang melakoni "wayangan" ini.
Sedang mencari inspirasi....tapi juga ingin sekali menulis...maka disesuaikan saja topik tulisan ini dengan realita yang sedang saya jalani.
Mungkin buat yang membacanya akan ada yang berujar "boring banget sih tulisan ini....gak makna banget"
Tapi saya akan berujar "wong ini blog saya kok.....judulnya saja -the way that i describe my feelings- jadi sah-sah saja toh untuk menuliskan yang saya rasa :p"
Sambil menulis...pikiran saya melayang dan teringat sebuah nama : SAMUEL MULIA.
Idola saya dalam menulis kolom singkat kategori parodi di harian Kompas setiap hari Minggu.
Terima kasih karena Anda telah menjadi inspirasi saya dalam menulis. Cara Anda menyampaikan sesuatu, sangat apa adanya yet so interesting even untuk tema yang "biasa-biasa saja".
Cara Andalah yang membuat saya terpacu untuk terus mengisi blog ini dengan hal-hal yang saya rasa dan alami yang meskipun sederhana namun ternyata bisa juga kok menjadi sebuah tulisan yang "lumayanlah" untuk dibaca dan dimaknai walau kadarnya masih dibawah standar...hehehe.
Rabu, 22 Februari 2012
Matt Wertz - 23 Places
Ingin me-review sebuah album indie yang saya kenal dari situs Noise Trade
dari penyanyi bernama Matt Wertz.
Entah kenapa saya memutuskan untuk men-download albumnya yang berjudul 23 Places
dan suprisely.....saya menyukai lagu-lagunya.
Terutama untuk lagu yang berjudul :
- Sweetness in Starlight
- Red meets Blue
- Falling of The Face of The Earth
Pemusik ini pula yang menggerakkan saya untuk mulai menggunakan akun paypal saya, cuma supaya saya bisa memberi tip pada lagu-lagu bagus yang saya download di situs Noise Trade.
Coba anda mendengarkannya....
Telinga anda akan mendapat nuansa musik yang menyegarkan dan tidak sekadar jedag-jedug seperti musik mainstream yang beredar di pasar komersil sekarang ini.
Semoga anda menyukainya...as much as I do :)
Selasa, 21 Februari 2012
Menunggu.......
Hidup itu penuh dengan aktivitas "menunggu".
Menunggu detik berganti menit,
menit berganti jam,
dan jam berganti hari.
Menunggu kelahiran,
menunggu pertumbuhan,
menunggu saat rambut mulai beruban dan ingatan memudar,
menunggu Tuhan berkata "sudah selesai", dan manusia pun meninggalkan raganya ketika saat itu tiba.
Menunggu ada jemari yang mengisi ruang diantara jemari kita,
menanti sang belahan jiwa,
menunggu saat "tie the knot",
menunggu saat ada tawa-canda bayi dalam rumah tangga baru.
Sementara menunggu, manusia bisa menyusun target dan rencana,
tapi Ia sudah punya "master plan-nya".
Ia tahu kapan saat yang tepat untuk kita mendapatkan apa yang kita nanti-nantikan.
Hanya saja terkadang manusia merasa sudah terlalu lelah menunggu.
Terlalu lama.........sementara "antrian ruang tunggu" sudah mulai berkurang jumlahnya, karena mungkin yang lain sudah memperoleh apa yang mereka nantikan.
Nalar terkadang mulai panik, batin mulai bertanya, "apakah saya akan mendapatkan yang saya tunggu setelah sekian lama saya menantikannya?"
Keraguan mulai muncul.
Tapi saya akan tetap di sini. Menanti kamu..........menanti terwujudnya rencana kita.
Walau saya pun belum tahu kapan kepastian sang waktu akan penantian saya.
Saya ingin belajar percaya.
Entah orang-orang bilang itu penantian yang terlalu lama, tapi toh saya yang menunggu-bukan mereka.
Saya percaya-penantian yang setia tidak akan berujung sia-sia.
Menunggu detik berganti menit,
menit berganti jam,
dan jam berganti hari.
Menunggu kelahiran,
menunggu pertumbuhan,
menunggu saat rambut mulai beruban dan ingatan memudar,
menunggu Tuhan berkata "sudah selesai", dan manusia pun meninggalkan raganya ketika saat itu tiba.
Menunggu ada jemari yang mengisi ruang diantara jemari kita,
menanti sang belahan jiwa,
menunggu saat "tie the knot",
menunggu saat ada tawa-canda bayi dalam rumah tangga baru.
Sementara menunggu, manusia bisa menyusun target dan rencana,
tapi Ia sudah punya "master plan-nya".
Ia tahu kapan saat yang tepat untuk kita mendapatkan apa yang kita nanti-nantikan.
Hanya saja terkadang manusia merasa sudah terlalu lelah menunggu.
Terlalu lama.........sementara "antrian ruang tunggu" sudah mulai berkurang jumlahnya, karena mungkin yang lain sudah memperoleh apa yang mereka nantikan.
Nalar terkadang mulai panik, batin mulai bertanya, "apakah saya akan mendapatkan yang saya tunggu setelah sekian lama saya menantikannya?"
Keraguan mulai muncul.
Tapi saya akan tetap di sini. Menanti kamu..........menanti terwujudnya rencana kita.
Walau saya pun belum tahu kapan kepastian sang waktu akan penantian saya.
Saya ingin belajar percaya.
Entah orang-orang bilang itu penantian yang terlalu lama, tapi toh saya yang menunggu-bukan mereka.
Saya percaya-penantian yang setia tidak akan berujung sia-sia.
Minggu, 19 Februari 2012
Langganan:
Komentar (Atom)
-
John Wick played by the breath-taking Keanu Reeves Dustin from Stranger Things played by Gaten Matarazzo Chibi Goblin, The Gre...
-
"Not everything looks like what meet the eyes" "Not every prayers being answered the way it requested" My life is pretty...
-
Dear journal………. Sometimes, I really don’t know the essence of making a relationship. Everything just seems to be more complicated than I th...
Hubby's Appreciation
Hari ini suamiku pasang ini di status WA-nya. Ia termasuk jarang mengekspresikan rasa sayangnya dengan kata-kata, tapi emang dari jaman pa...




