Let's come clean.....
Yes this is my book. An idealistic project of mine.
Kalau suka baca tulisan "galau-romantis" ya bisalaah baca buku yang satu ini. Belom sekeren Moamar Emka or M. Aan Mansyur. Masih kelas amatir :p. Tapi mungkin ada yang ceritanya "nyerempet" kehidupan cinta kalian. Feel free to identify your love story and my writings XD.
I hope you like it!
Yup...saya suka memahami hidup lewat film-film yang saya pernah tonton.
Contoh...Hunger Games - film ini jadi salah satu film favorit saya, pertamanya sih gak niat. Cuman karena ceritanya yang pas diiklanin soal seorang kakak perempuan yang bertukar tempat dengan adiknya yang kena undi namanya untuk ikut perlombaan bertahan hidup yang peraturannya boleh saja merenggut nyawa lawan. Bayangkan..adik kecil kita harus bertahan hidup di arena yang kejam seperti itu?? Yup..saat itu juga saya memutuskan untuk ingin menonton film itu - karena saya meanalogikan keputusan Katniss dengan keputusan saya pribadi kalau seandainya posisi Prim adalah posisi adik saya. I will definitely volunteer!!
Walau ujung-ujungnya saya jatuh cinta sama tokoh Peeta. The boy with the bread that capture my heart dengan pengorbanannya buat Katniss. Apalagi kalau baca novelnya. Tambah klepek-klepek sama si Peeta ini. Hahaha.....
Ok..then...kita "katakan" sekali lagi dengan film....
Masih soal "crush on"......
Saya suka chemistry antara my fav. JGL sama Ellen Page (yang menurut saya dua-duanya sama-sama keren karena punya state of mind sendiri yang unik dan smart. Ellen Page planking getoooh....I never love an actress the way I love her.Hahaha...) di film Inception.
Walau gak digambarkan secara gamblang..tapi kayak ada hidden crush on antara JGL ke Ellen Page.
Walau Ellen Page-nya lebih ke Leo di Caprio sih...hmmm ya walau complicated but I love it.
The way he kissed her in the name of undercover "ngena" banget. You know..sometimes I feel boys do stupid things for the girls they in love with. Even cowok yang super duper keren did that too - being stupid for love - :p Kalau liat yang begini-begini suka senyum-senyum sendiri dan inget adegan di Inception itu.
Talk about movie too......
Salah satu yang juga berbekas adalah soal Life is Beautiful.
Gimana seorang kakak yang berjuang buat beli sepatu baru buat adiknya.
Saya belum sampe kayak gitu sih....tapi pemahaman bahwa being poor sometimes (many times even....) feels so sucks itu bener banget. Ampe beli sepatu baru aja gak mampu. Belum tentu setahun kebeli satu.
That's why sometimes I got too hard on life.....and money. Simply because I don't wanna feel that "sucks" anymore........
Yap...nampaknya obrolan ngalor-ngidul about FILM segitu dulu. Kalo ada yang nyangkut lagi bakal di-update di post ini...hehehehe....
SALAM FILM
(My quote : karena nonton film bukan sekedar nonton-tapi juga refleksi dan meditasi mata sama pikiran)
Lirik "pesenan" temen yang butuh revisi karena belum sesuai "pesenan"
I thought I might share the "wasted" one below...incase you guys might like it ;)
Coba coba katakan
Beri aku satu alasan
Sebuah terjemahan
Tentang makna dari sebuah perhatian
Kamu ada untukku
Bukan hanya pada waktu tertentu
Hadirmu ketika ku perlu
Jangan beri aku sinyal abu-abu
Katakan bukan hanya aku yang rasa
Bila ada arti lebih dari ini semua
Kuingin kamu ada juga
Untuk cinta yang kupunya
Wahai lelaki....
Apakah aku tak pantas dapatkan jawaban pasti?
Jangan biarkan ku menanti
Katakan apa yang ada dalam hati
Jangan biarkan ku terus tersakiti
Dalam tanda tanya yang tak pasti
(tulisan ini tidak mengajak anda membenarkan sebuah kebohongan - karena bagi saya setiap perbuatan salah ada konsekuensinya. Bila siap berbuat maka hendaknya siap pula bertanggung jawab untuk akibatnya)
Selamat membaca....
Sleepers....
Film yang membekas cukup dalam di
ingatan saya. Film yang semula saya tonton karena ada seorang bocah di iklan ekstra
film yang cuman sekelebat itu tapi nyantol lama di ingatan. Itu yang namanya
dari mata bener-bener turun ke hati..wkwkwk..yup – he is the late gorgeous Brad
Renfro – yang pemeran dewasanya dimainkan oleh sesama Brad yang juga gantengnya
fenomenal – Brad Pitt.
Film ini membekas karena Brad
Renfro ganteng sekaleeee dan aktingnya biar cuman sebentar tapi keren sangat
wkwkwk (pake unsur subjektif dikit juga nih).....dan tetap jadi idola saya
sampe sekarang walau orangnya sudah meninggal – yang cukup membuat saya sedih
juga – dan karena ceritanya yang “dalem” beneer.....
Buat seorang anak SMP yang waktu
itu nonton Sleepers, saya tetap memaknainya sangat dalam sampai sekarang.
Tentang kesalahan bodoh sekumpulan bocah karena becanda yang kelewatan,
berdampak hancurnya masa muda mereka karena harus end up di penjara anak-anak
plus rusaknya kejiwaan mereka sampai terbawa dewasa karena pelecehan seksual
yang mereka terima dari sipir penjara.
Yang menarik saya dan gak akan
pernah saya lupa adalah adegan kesaksian oleh Pastur yang diperankan oleh Robert
De Niro. Beliau adalah “ayah didik” bocah-bocah tersebut yang terpaksa bersaksi
dusta di ruang pengadilan demi menyelamatkan anak-anak didiknya dari hukuman
penjara karena telah membunuh sipir yang pernah melecehkan mereka semasa di
penjara anak-anak. Ketika itulah....di umur-umur SMP yang katanya “usia labil” pula
membuat saya merenung dan berpikir......bahwa ternyata “menghakimi” perbuatan
seseorang sudah tidak semudah waktu saya masih piyik yang “udah pasti ini salah, dan yang
itu benar”..karena jujur saya kesal juga dengan perbuatan tak beradab
dari sipir yang dibunuh itu. Pun itu tidak membenarkan kebohongan yang dilakukan
sang Pastur. Tapi membuat saya memahami bahwa suatu ketika mungkin saya bisa
menempati posisi sang Pastur, yang harus mengambil keputusan berat dan tidak
mudah dengan “sudut pandang kebenaran”
dari sudut-sudut absurd melalui mata para anak didiknya ataupun mata korban-korban pelecehan yang lain dari sang sipir.
There’s a reason for something to
happen.....sometimes we don't understand the reason why.....simply don't judge a
person too fast before we know their background.