Walau Ellen Page-nya lebih ke Leo di Caprio sih...hmmm ya walau complicated but I love it.
Contains my writings, drawings, photography. All things that capture my feelings at the time equally.
Rabu, 05 Juni 2013
FILM
Katakan dengan FILM.
Yup...saya suka memahami hidup lewat film-film yang saya pernah tonton.
Contoh...Hunger Games - film ini jadi salah satu film favorit saya, pertamanya sih gak niat. Cuman karena ceritanya yang pas diiklanin soal seorang kakak perempuan yang bertukar tempat dengan adiknya yang kena undi namanya untuk ikut perlombaan bertahan hidup yang peraturannya boleh saja merenggut nyawa lawan. Bayangkan..adik kecil kita harus bertahan hidup di arena yang kejam seperti itu?? Yup..saat itu juga saya memutuskan untuk ingin menonton film itu - karena saya meanalogikan keputusan Katniss dengan keputusan saya pribadi kalau seandainya posisi Prim adalah posisi adik saya. I will definitely volunteer!!
Walau ujung-ujungnya saya jatuh cinta sama tokoh Peeta. The boy with the bread that capture my heart dengan pengorbanannya buat Katniss. Apalagi kalau baca novelnya. Tambah klepek-klepek sama si Peeta ini. Hahaha.....
Ok..then...kita "katakan" sekali lagi dengan film....
Masih soal "crush on"......
Saya suka chemistry antara my fav. JGL sama Ellen Page (yang menurut saya dua-duanya sama-sama keren karena punya state of mind sendiri yang unik dan smart. Ellen Page planking getoooh....I never love an actress the way I love her.Hahaha...) di film Inception.
Walau gak digambarkan secara gamblang..tapi kayak ada hidden crush on antara JGL ke Ellen Page.
Walau Ellen Page-nya lebih ke Leo di Caprio sih...hmmm ya walau complicated but I love it.
Walau Ellen Page-nya lebih ke Leo di Caprio sih...hmmm ya walau complicated but I love it.
The way he kissed her in the name of undercover "ngena" banget. You know..sometimes I feel boys do stupid things for the girls they in love with. Even cowok yang super duper keren did that too - being stupid for love - :p Kalau liat yang begini-begini suka senyum-senyum sendiri dan inget adegan di Inception itu.
Talk about movie too......
Salah satu yang juga berbekas adalah soal Life is Beautiful.
Gimana seorang kakak yang berjuang buat beli sepatu baru buat adiknya.
Saya belum sampe kayak gitu sih....tapi pemahaman bahwa being poor sometimes (many times even....) feels so sucks itu bener banget. Ampe beli sepatu baru aja gak mampu. Belum tentu setahun kebeli satu.
That's why sometimes I got too hard on life.....and money. Simply because I don't wanna feel that "sucks" anymore........
Yap...nampaknya obrolan ngalor-ngidul about FILM segitu dulu. Kalo ada yang nyangkut lagi bakal di-update di post ini...hehehehe....
SALAM FILM
(My quote : karena nonton film bukan sekedar nonton-tapi juga refleksi dan meditasi mata sama pikiran)
Kamis, 30 Mei 2013
"Belum ada judul"
Lirik "pesenan" temen yang butuh revisi karena belum sesuai "pesenan"
I thought I might share the "wasted" one below...incase you guys might like it ;)
Coba coba katakan
Beri aku satu alasan
Sebuah terjemahan
Tentang makna dari sebuah perhatian
Kamu ada untukku
Bukan hanya pada waktu tertentu
Hadirmu ketika ku perlu
Jangan beri aku sinyal abu-abu
Katakan bukan hanya aku yang rasa
Bila ada arti lebih dari ini semua
Kuingin kamu ada juga
Untuk cinta yang kupunya
Wahai lelaki....
Apakah aku tak pantas dapatkan jawaban pasti?
Jangan biarkan ku menanti
Katakan apa yang ada dalam hati
Jangan biarkan ku terus tersakiti
Dalam tanda tanya yang tak pasti
Rabu, 29 Mei 2013
Sleepers
(tulisan ini tidak mengajak anda membenarkan sebuah kebohongan - karena bagi saya setiap perbuatan salah ada konsekuensinya. Bila siap berbuat maka hendaknya siap pula bertanggung jawab untuk akibatnya)
Selamat membaca....
Sleepers....
Film yang membekas cukup dalam di
ingatan saya. Film yang semula saya tonton karena ada seorang bocah di iklan ekstra
film yang cuman sekelebat itu tapi nyantol lama di ingatan. Itu yang namanya
dari mata bener-bener turun ke hati..wkwkwk..yup – he is the late gorgeous Brad
Renfro – yang pemeran dewasanya dimainkan oleh sesama Brad yang juga gantengnya
fenomenal – Brad Pitt.
Film ini membekas karena Brad
Renfro ganteng sekaleeee dan aktingnya biar cuman sebentar tapi keren sangat
wkwkwk (pake unsur subjektif dikit juga nih).....dan tetap jadi idola saya
sampe sekarang walau orangnya sudah meninggal – yang cukup membuat saya sedih
juga – dan karena ceritanya yang “dalem” beneer.....
Buat seorang anak SMP yang waktu
itu nonton Sleepers, saya tetap memaknainya sangat dalam sampai sekarang.
Tentang kesalahan bodoh sekumpulan bocah karena becanda yang kelewatan,
berdampak hancurnya masa muda mereka karena harus end up di penjara anak-anak
plus rusaknya kejiwaan mereka sampai terbawa dewasa karena pelecehan seksual
yang mereka terima dari sipir penjara.
Yang menarik saya dan gak akan pernah saya lupa adalah adegan kesaksian oleh Pastur yang diperankan oleh Robert De Niro. Beliau adalah “ayah didik” bocah-bocah tersebut yang terpaksa bersaksi dusta di ruang pengadilan demi menyelamatkan anak-anak didiknya dari hukuman penjara karena telah membunuh sipir yang pernah melecehkan mereka semasa di penjara anak-anak. Ketika itulah....di umur-umur SMP yang katanya “usia labil” pula membuat saya merenung dan berpikir......bahwa ternyata “menghakimi” perbuatan seseorang sudah tidak semudah waktu saya masih piyik yang “udah pasti ini salah, dan yang itu benar”..karena jujur saya kesal juga dengan perbuatan tak beradab dari sipir yang dibunuh itu. Pun itu tidak membenarkan kebohongan yang dilakukan sang Pastur. Tapi membuat saya memahami bahwa suatu ketika mungkin saya bisa menempati posisi sang Pastur, yang harus mengambil keputusan berat dan tidak mudah dengan “sudut pandang kebenaran” dari sudut-sudut absurd melalui mata para anak didiknya ataupun mata korban-korban pelecehan yang lain dari sang sipir.
Yang menarik saya dan gak akan pernah saya lupa adalah adegan kesaksian oleh Pastur yang diperankan oleh Robert De Niro. Beliau adalah “ayah didik” bocah-bocah tersebut yang terpaksa bersaksi dusta di ruang pengadilan demi menyelamatkan anak-anak didiknya dari hukuman penjara karena telah membunuh sipir yang pernah melecehkan mereka semasa di penjara anak-anak. Ketika itulah....di umur-umur SMP yang katanya “usia labil” pula membuat saya merenung dan berpikir......bahwa ternyata “menghakimi” perbuatan seseorang sudah tidak semudah waktu saya masih piyik yang “udah pasti ini salah, dan yang itu benar”..karena jujur saya kesal juga dengan perbuatan tak beradab dari sipir yang dibunuh itu. Pun itu tidak membenarkan kebohongan yang dilakukan sang Pastur. Tapi membuat saya memahami bahwa suatu ketika mungkin saya bisa menempati posisi sang Pastur, yang harus mengambil keputusan berat dan tidak mudah dengan “sudut pandang kebenaran” dari sudut-sudut absurd melalui mata para anak didiknya ataupun mata korban-korban pelecehan yang lain dari sang sipir.
There’s a reason for something to
happen.....sometimes we don't understand the reason why.....simply don't judge a
person too fast before we know their background.
Selasa, 28 Mei 2013
Kamis, 09 Mei 2013
Posting Karya Teman
Quoted by friends and other people always makes me feel so excited :)
So here it is....one of the line quoted by my friend : Hengky Waas.
He's one of the greatest graphic designer in our church community.
To know more about him, you can click this link -----> Hengky Waas - Facebook Account
So here it is....one of the line quoted by my friend : Hengky Waas.
He's one of the greatest graphic designer in our church community.
To know more about him, you can click this link -----> Hengky Waas - Facebook Account
Rabu, 01 Mei 2013
Bahagia yang Ber-Etika
Yup....tiba-tiba kata itu nyangkut di kepala gw....
dan memaksa cukup dominan buat gw "memuntahkannya" ke blog gw ini.
Semua orang berhak untuk berbahagia, tapi berbahagia yang pakai etika itu yang bagaimana sih?
Gw gak berani menjabarkan...karena takut "jembatan runtuh" dan malah gw yang kecemplung dalam bahagia "non etika" itu sendiri.
Biasalah masalah anak muda maupun "anak tua" secara umur-umur sepantaran gw ini udah gak bisa dibilang remaja atau muda lagi - ntar kalo ngaku muda melulu bisa lupa umur dan target hidup..hahaha....
Masalah hati.
Dulu gw kira jatuh cinta itu gampang. Dalam arti.....cowok sama cewek saling suka tinggal pdkt, kalo cocok ya jadianlah. Cuma seiring umur nambah, masalah makin complicated. Rasa suka kadang dateng "gak pada tempatnya". Ya entah suka sama pacar orang, suka sama mantannya sahabat, dan suka-suka lainnya yang "nyerempet" bahaya, dan kata kebanyakan orang kurang etis.
Alhasil ada 2 pilihan. Nekad ikutin kata hati dan terabas terus, atau memilih "beretika" dan mengesampingkan masalah hati (biar kata berdarah-darah) dan akhirnya memupuskan kesempatan untuk saling memiliki (aiiisssh bahasanyaa....ngook).
Sayangnya...selama ini gw secara "gak sengaja" kerap menemui kasus-kasus beginian. Malah pernah menjadi pelakon kasus beginian...(well yeah gak bakal diceritain di sini juga kalo soal cerita pas jadi pelakon.....hahahaha...).
Terus.....adil gak sih kalo kita milih jalan bahagia yang katanya gak beretika itu?
Gw masih menggumuli pertanyaan itu.
Kalau ada yang membaca tulisan gw ini, kiranya mohon berbagi pendapat. Siapa tau gw dan pembaca lainnya bisa dapet secercah pencerahan.
Yap....penulis blog undur diri dan kembali pusing dalam perenungan....(nyengir 3 jari)
dan memaksa cukup dominan buat gw "memuntahkannya" ke blog gw ini.
Semua orang berhak untuk berbahagia, tapi berbahagia yang pakai etika itu yang bagaimana sih?
Gw gak berani menjabarkan...karena takut "jembatan runtuh" dan malah gw yang kecemplung dalam bahagia "non etika" itu sendiri.
Biasalah masalah anak muda maupun "anak tua" secara umur-umur sepantaran gw ini udah gak bisa dibilang remaja atau muda lagi - ntar kalo ngaku muda melulu bisa lupa umur dan target hidup..hahaha....
Masalah hati.
Dulu gw kira jatuh cinta itu gampang. Dalam arti.....cowok sama cewek saling suka tinggal pdkt, kalo cocok ya jadianlah. Cuma seiring umur nambah, masalah makin complicated. Rasa suka kadang dateng "gak pada tempatnya". Ya entah suka sama pacar orang, suka sama mantannya sahabat, dan suka-suka lainnya yang "nyerempet" bahaya, dan kata kebanyakan orang kurang etis.
Alhasil ada 2 pilihan. Nekad ikutin kata hati dan terabas terus, atau memilih "beretika" dan mengesampingkan masalah hati (biar kata berdarah-darah) dan akhirnya memupuskan kesempatan untuk saling memiliki (aiiisssh bahasanyaa....ngook).
Sayangnya...selama ini gw secara "gak sengaja" kerap menemui kasus-kasus beginian. Malah pernah menjadi pelakon kasus beginian...(well yeah gak bakal diceritain di sini juga kalo soal cerita pas jadi pelakon.....hahahaha...).
Terus.....adil gak sih kalo kita milih jalan bahagia yang katanya gak beretika itu?
Gw masih menggumuli pertanyaan itu.
Kalau ada yang membaca tulisan gw ini, kiranya mohon berbagi pendapat. Siapa tau gw dan pembaca lainnya bisa dapet secercah pencerahan.
Yap....penulis blog undur diri dan kembali pusing dalam perenungan....(nyengir 3 jari)
Langganan:
Komentar (Atom)
-
Dear journal………. Sometimes, I really don’t know the essence of making a relationship. Everything just seems to be more complicated than I th...
-
John Wick played by the breath-taking Keanu Reeves Dustin from Stranger Things played by Gaten Matarazzo Chibi Goblin, The Gre...
-
"Not everything looks like what meet the eyes" "Not every prayers being answered the way it requested" My life is pretty...



