Selasa, 12 November 2024

Rhema yang baru sempat aku post hari ini 141124

Yosua 12

Disini ditulis kembali riwayat kemenangan bangsa Israel atas lawan-lawannya dari sejak dipimpin Musa s/d Yosua dalam usaha utk menaklukkan bangsa-bangsa yg mendiami tanah perjanjian (Kanaan) yg sudah ditetapkan Tuhan bagi bangsa Israel.

Yang dapat saya ambil pelajaran dari pasal ini adalah :

1. Tuhan bukan “orang tua” yg memanjakan anakNya Israel. Memang Kanaan dijanjikanNya bagi Israel. Namun bukan berarti Israel hanya ongkang-ongkang kaki lalu terima “warisan” tersebut. Tapi harus juga ada usaha dari pihak Israel, dengan memerangi penduduk2 yg semula menempati daerah2 di Kanaan tersebut. Bahkan dalam peperangan itu banyak kali Israel ditolong oleh Tuhan sehingga bahkan kemenangan mereka-pun bukan semata hasil usaha mereka. Asal mereka taat melakukan bagian mereka seperti yg diperintahkan Tuhan, maka kemenangan selalu mereka peroleh dari Tuhan.

2. Saya gak boleh jadi anak Tuhan yg cuma tahu berdoa lalu berharap tingkap sorga terbuka & doa saya langsung dijawab saat itu juga. Israel melakukan penaklukan2 ini bukan hanya sehari dua hari tapi bertahun-tahun. Dari sejak Musa saja 40 tahun jaraknya utk tiba di Kanaan. Lalu peperangan2 yg dilakukan Yosua lamanya kira-kira 7 tahunan. Gak setiap hal bisa didapat secara instant (walau ada juga yg Tuhan bisa kasih saat itu juga, semua tergantung kedaulatan Tuhan). Berarti saya harus belajar tekun & sabar melakukan bagian saya & menanti waktunya Tuhan utk menjawab apa yg saya minta. Karena waktu Tuhan pasti yg terbaik.

3. Tantangan banyak. Bangsa2 yg dihadapi Yosua bukan bangsa ecek-ecek. Ada orang2 Enak yg terkenal dengan perawakannya yg besar2. Tapi Yosua tahu benar siapa “backingannya”. Tuhan adalah pembela Yosua, yg sudah berjanji akan menyertainya. Itulah yg Yosua pegang & imani sehingga ia gak ragu2 utk melakukan semua penaklukan2 tersebut. Ia tahu Tuhan yg ia sembah lebih besar & lebih hebat dari lawan-lawannya. Saya harus yakin bahwa masalah yg terjadi didalam hidup saya semuanya lebih kecil daripada kuasa Tuhan yg mampu memenangkan saya dari segala pergumulan saya.


Nehemia 12 : 46

Karena sudah sejak dahulu, pada zaman Daud dan Asaf, ada pemimpin-pemimpin penyanyi, ada nyanyian pujian dan nyanyian syukur bagi Allah.

Jujur saya dulu gak gitu suka nyanyi. Ada trauma tersendiri karena pas ikut paduan suara anak, suara saya lari sendiri sehingga disuruh sama pelatih untuk dikecilin suaranya. 

Kejadian ini bikin saya gak suka nyanyi. Selalu merasa suara gak bagus. Alhasil jadi gak suka pujian penyembahan. Kayak pengennya skip aja langsung denger khotbah. Tapi ternyata dari ayat diatas dan bahkan pasal 12 ini dituliskan betapa pentingnya nyanyian pujian & syukur bagi Allah. Udah dari zaman Daud & Asaf ditempatkan sebagai sesuatu yg penting sehingga perlu orang2 khusus yg ditugaskan utk mengatur & melakukannya.

Saya mulai suka menyanyi ketika mendengarkan khotbah yg mengatakan pujian & penyembahan bikin hati kita gembur buat terima benih firman Tuhan. Jadi lebih mudah dibentuk. 

Sejak itu saya lebih kasih perhatian sama pujian & penyembahan drpd sebelum2nya. Dulu cuma suka dengerin lagu2 rohani yg enak di telinga aja, sekarang lebih kasih perhatian juga ke liriknya. Lebih diresapi, jadi lebih masuk ke hati. Udah bisa ngerasain gimana powerful sebuah pujian penyembahan utk hantar saya masuk hadirat Tuhan dalam peribadahan. Jadi sekarang udah gak mau skip pujian penyembahan lagi karena ud ngerasain sendiri gimana pentingnya. Bukan cuma khotbah aja yg diutamain. Semua jadi bagian yg sama penting dalam peribadahan.

Jadi bisa membayangkan keintiman Daud dg Tuhan melalui puji2an yg Daud lantunkan melalui mazmurnya, permainan kecapinya. Oh ini toh rasanya…..

Bersyukur Tuhan ubah cara pandang saya buat yg satu ini.

Senin, 11 November 2024

Rhema yang baru sempat aku post hari ini 141124

Nehemia 11:1-2 (TB)  

Para pemimpin bangsa menetap di Yerusalem, sedang orang-orang lain membuang undi untuk menentukan satu dari sepuluh orang yang harus menetap di Yerusalem, kota yang kudus itu, sedang yang sembilan orang lagi tinggal di kota-kota yang lain. 

Orang-orang memuji setiap orang yang rela menetap di Yerusalem. 

Kalo dibuang undi berarti keadaannya gak enak (inget pas yunus kena undi). Karena gada orang yg sukarela mau melakukan sesuatu tersebut makanya akhirnya diundi. Bahkan ayat diatas menyatakan bahwa orang2 memuji mereka yg rela menetap di Yerusalem karena pasti keadaannya gak enak, belum nyaman. Kota masih dalam pembangunan. Belum pulih benar. Masih banyak yg harus dibenahi. Belum aman.

Kadang Tuhan izinkan kita utk jadi orang yg kena undi tersebut. Harus jadi pribadi yg mengerjakan hal yg orang lain g mau kerjakan tapi sesungguhnya hal itu mendatangkan kebaikan buat orang banyak (greater good). Kalau itu terjadi pada saya, kiranya saya boleh memandangnya sbg suatu kepercayaan yg Tuhan beri. Belajar gak bersungut2 tapi taat & setia mengerjakan bagian saya.


Yosua 11:23 (TB)  

Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu sesuai dengan segala yang difirmankan TUHAN kepada Musa. Dan Yosua pun memberikan negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka mereka, menurut pembagian suku mereka. Lalu amanlah negeri itu, berhenti dari berperang.

Baca perikop ini berasa kebawa capenya karena Yosua terlibat di banyak pertempuran. Tapi karena Tuhan menyertainya maka ia selalu beroleh kemenangan sehingga akhirnya di ayat terakhir dikatakan "lalu amanlah negeri itu, berhenti dari berperang". Ibaratnya capenya Yosua dan bangsa Israel akhirnya terbayar (walau tentu saja di banyak peperangan itu Tuhan yg campur tangan jadi usaha Israel gak sekeras yg seharusnya krn banyak cara ajaib yg Tuhan buat sehingga musuh terpukul kalah).

Dari sini saya belajar karakter Yosua yg taat. Apa yg Tuhan bilang, yg Musa pesankan, semua dilakukannya dengan tidak dikurang2i. Benar2 exact sebagaimana dipesankan. Waktu masalah Gibeon pun ia bisa dibilang terkecoh (lupa tanya Tuhan juga saking percaya polos2 apa yg dilihat matanya). 

Karakter taat yg bisa dijadikan teladan buat saya pribadi yg sering masih suka kebanyakan nanya sama Tuhan kenapa harus begini kenapa harus begitu kalo lagi dibentuk Tuhan.

Minggu, 10 November 2024

Rhema yang baru sempat aku post hari ini 141124

Yosua 10

Wow di pasal ini sekali lagi Tuhan menyatakan keajaibanNya kepada bangsa Israel dibawah kepemimpinan Yosua.

 Matahari & bulan berhenti pada posisinya masing2 agar Yosua punya waktu tambahan utk mengalahkan lawan. Dan di ayat2 selanjutnya bahkan digambarkan bagaimana Tuhan menganugerahkan kemenangan demi kemenangan buat Yosua.

Padahal kisah peperangan di pasal ini semua bermula dari Yosua berusaha menepati janjinya utk melindungi Gibeon yg hendak diserang musuh. 

Kalo dipikir2 padahal perjanjian dg Gibeon itu merupakan suatu kesalahan ya dari pihak Yosua & pemimpin2 Israel, tapi itu tidak membuat Tuhan melepaskan penyertaanNya atas Israel. 

Pada Yosua 10:8 (TB)  dikatakan : Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyerahkan mereka kepadamu. Tidak seorang pun dari mereka yang akan dapat bertahan menghadapi engkau."

Jadi sesungguhnya Tuhan adalah Allah yg setia memegang janjiNya. Walau Yosua buat kesalahan, tapi ketika ia menyadarinya (merujuk pada reaksinya yg marah pada penipuan yg dilakukan oleh Gibeon), Tuhan kasih kesempatan Yosua utk jadi pemimpin yg memegang kata2nya dg menepati janji yg sudah dibuat bersama Gibeon, yaitu jadi pelindung mereka. 

Maka sesungguhnya keadaan bisa gak berjalan sesuai yg kita harapkan pada mulanya. Manusia bs mereka-reka yg jahat ke kita (melalui tipu daya atau rencana gak baik lainnya). Tapi Tuhan selalu punya cara utk mendatangkan kebaikan bagi kita bahkan dari hal yg dimulai dengan tidak baik.

Seperti firman Tuhan di Roma 8:31

Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?


Sabtu, 09 November 2024

Rhema yang baru sempat aku post hari ini 141124

Yosua 9:14 (TB)  

Lalu orang-orang Israel mengambil bekal orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan TUHAN

Ternyata Yosua bisa "kegocek" juga dengan akal-akalan orang Gibeon sehingga membuat perjanjian dg mereka yg seharusnya dimusnahkan dalam upaya Israel menguasai daerah2 di Kanaan.

Intinya karena apa? Karena keputusan mengikat perjanjian dg bangsa tersebut (Gibeon) tidak didasari dg restu dari Tuhan. Yosua & para pemimpin mengambil keputusan berdasarkan apa yg dlihat mata manusia mereka sehingga mereka tertipu. Padahal Allah bisa mengetahui apa yg tersembunyi di hati manusia. Kalau mereka bertanya dahulu kpd Allah,maka kesalahan ini gak mungkin terjadi.

Biarlah saya gak anggap remeh hal2 yg datang/terjadi dalam hidup saya dg senantiasa melibatkan Tuhan didalamnya agar hasil akhirnya seturut dg kehendak Tuhan.


Nehemia 9:28 (TB)  

Tetapi begitu mereka mendapat keamanan, kembali mereka berbuat jahat di hadapan-Mu. Dan Engkau menyerahkan mereka ke tangan musuh-musuh mereka yang menguasai mereka. Kembali mereka berteriak kepada-Mu, dan Engkau mendengar dari langit, lalu menolong mereka berulang kali, karena kasih sayang-Mu. 

Sebenernya kadang baca kisah Israel ini jadi gemes sendiri karena kebiasaan mereka yg "tomat" (tobat-kumat) berkali2. Tapi ternyata Israel adalah cerminan kita sbg manusia yg juga sering tomat sama Tuhan. Kalo lagi susah cari Tuhan dg sungguh, tapi kalo keadaan ud aman lupa lagi sama Tuhan. Bikin dosa lagi.

Memang alkitab membawa banyak pembelajaran hidup. Salah satunya supaya saya bukan cuma kesel sama tomat-nya Israel tapi merefleksi diri jgn2 saya sama aja sama Israel yg juga tomat-an. Tuhan beri saya hati yg tidak seperti keledai yg selalu jatuh di lubang yg sama. Tapi mau belajar dr kesalahan & berubah lebih baik.

Kamis, 07 November 2024

Rhema yang baru sempat aku post hari ini 141124

Nehemia 8 : 9

(8-10) Lalu Nehemia, yakni kepala daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya: "Hari ini adalah kudus bagi TUHAN Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!", karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu.


Dulu suka gak ngerti kalo liat orang yang pas ibadah atau pujian penyembahan bisa sampe nangis2. Setelah akhirnya ngerasain sendiri baru ngerti. 

"Oh ini loh rasanya hati yg dijamah Tuhan. 

Ada dalam hadiratnya Tuhan. 

Rasanya campur-campur. 

Terharu, bersyukur, ada penyesalan akan dosa, rindu pemulihan dari Tuhan, bawa beban berat ke Tuhan."

Banyak hal yg kadang g bs dijelaskan dengan kata2 tapi termanifestasi lewat air mata. 

Mungkin ini juga yg dirasain sama bangsa Israel saat Taurat Tuhan dibacakan. 

Seneng bgt ya….mereka bisa punya kesempatan beribadah sebagai bangsa tanpa kuatir dipersekusi. Peribadahan mereka difasilitasi sama pemerintah (melalui kepemimpinan Nehemia sebagai bupati saat itu). 

Maka bersyukurlah kita apabila masih punya kesempatan beribadah dengan leluasa. Mari gunakan waktu anugerah tersebut dengan bersungguh2 datang cari Tuhan. Karena gak semua orang seberuntung itu utk beribadah kepada Tuhan Yesus. Banyak kesaksian iman tentang mereka yg harus ada dalam bahaya krn iman percaya mereka kepada Tuhan Yesus. Maka bila kita masih leluasa beribadah, seperti kata ayat diatas, Jangan kamu berdukacita dan menangis! (ayat 10) Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu

Rhema hari ini............

 Yosua 7 : 21

aku melihat di antara barang-barang jarahan itu jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali."

Memang akhirnya apa yg sudah diperingatkan Tuhan terjadi. Walau sudah dibilang utk tidak mengambil barang2 tertentu, ada saja yg masih melakukannya, dan ini berakibat fatal krn bangsa Israel jadi mengalami kekalahan dan kehilangan 36 nyawa dari penyerangan ke Ai.

Sama halnya dengan Akhan, kita mungkin juga punya dosa yg tersembunyi. Mungkin krn keengganan, karena malu, ada yg curhat ke orang tertentu saja yg dipercaya atau bahkan ada yg kadang hanya kita (dan Tuhan tentunya) yg tahu karena kita simpan sendiri. Kita mungkin bisa menyembunyikannya rapat2 dari orang banyak, tapi kalo Tuhan mau itu dibukakan, banyak cara utk mau gak mau hal tersebut tersingkap.

Puji Tuhan-nya kita hidup di masa kasih karunia. Penghukuman Tuhan gak (selalu) instant terjadi saat itu juga ketika kesalahan kita ketahuan. Ada banyak cara Tuhan kasih kesempatan buat kita bertobat. Ada cara yg pelan-pelan (kita dibuat sadar dg banyak peristiwa yg terjadi di sekitar kita supaya akhirnya ngeh harus buang dosa kita jauh2), ada juga yg gercep (dibukain langsung supaya kita langsung sadar gak boleh simpen dosa lama2). Saya punya pengalaman pribadi dl kayak merasa bisa ngandelin apa yg saya tabung. Tapi rupanya Tuhan mau ubah cara berpikir saya, semuanya langsung raib dalam sesaat krn kena kasus penipuan massal. Kalo dihitung jumlahnya pasti bawaannya sakit hati. Tapi saya sadar bahwa Tuhan gak mau saya simpan dosa serakah/ ketergantungan sama mammon. Makanya pukulannya keras dari sisi finansial tapi Tuhan lebih care buat keselamatan jiwa saya makanya saya diizinkannya mengalami ini. Dosa serakah itu gada yg tahu, karena gak keliatan tapi tersimpan dalam alam bawah sadar saya dari pola pikir saya yg gak berkenan di hati Tuhan. Saya bersyukur Tuhan tolong saya bereskan dosa saya tersebut. Saya dikasih Tuhan kesempatan utk bertobat & diberi cara pandang yg baru dalam memandang & mengelola berkat Tuhan. 

Semoga setiap kita bisa mengalami pemulihan dari Tuhan dg caraNya yg unik utk setiap pribadi. Agar tidak perish seperti Akhan dan keluarganya.

Rabu, 06 November 2024

Rhema hari ini.......

 Yosua 6 : 3-4

Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya,

dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala.

Total 7 hari/1 minggu Tuhan memerintahkan ritual cara menaklukkan Yerikho. Kalau generasi sekarang di zaman yg serba instant mungkin akan bertanya/ mengeluh, “kalau bisa sehari kenapa harus nunggu seminggu sih? Bukannya Allah maha besar & ajaib? Masa buat rubuhin tembok aja harus tunggu seminggu? Gak bisa apa sekali keliling aja?”

Tapi Allah dg segala rencanaNya memang tak terselami sama akal-pikiran manusia. Ia punya cara yg unik, dan bagian kita adalah taat aja sama apa yg Ia minta. Pasti ada latihan iman buat kita pribadi di setiap cara yg Tuhan minta utk kita lakukan. Dari kisah ini saya menarik pelajaran :

untuk sabar (karena harus lakuin ritual yg sama selama 6 hari & baru dapat result di hari ke-7),

gak ngandelin kekuatan sendiri (karena cuma disuruh keliling bukannya berperang dg senjata buat hancurin tembok), karena bisa dibilang Israel berperang dalam diam (baru di hari ke-7 mereka bersorang nyaring). 

Tidak ada jerih lelah usaha manusia yg berusaha ngancurin tembok Yerikho…itu pure perbuatan Tuhan yg ajaib.

Untuk bagian ini Israel patut dicontoh karena mereka gak tawar-menawar sama perintah Tuhan. Manut aja. Dan hasilnya memang kemenangan. 

Biar ini jadi contoh buat saya kalau Tuhan bawa ke situasi yg gak biasa, saya harus belajar taat seperti Israel saat mengitari tembok Yerikho. Juga belajar sabar buat nurut sama timeline- nya Tuhan. 

Manusia pasti maunya serba cepet. Kena masalah maunya langsung kelar, langsung dapet solusi. Berdoa maunya besok langsung dapet hal yg diminta dalam doa. Tapi cara kerja Tuhan gak kayak gitu. Di setiap masalah ada pembelajaran. Di setiap penantian kita akan jawaban doa2 kita ada kesabaran & ketekunan iman yg mau Tuhan latih dari kita. Jadi saya harus mau dibentuk sama Tuhan pake caranya Tuhan, bukan caranya saya. Karena cara Tuhan selalu menghasilkan kemenangan.

Yosua 6 : 18

Tetapi kamu ini, jagalah dirimu terhadap barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan, supaya jangan kamu mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu setelah mengkhususkannya dan dengan demikian membawa kemusnahan atas perkemahan orang Israel dan mencelakakannya.

Gimana jadinya kalo ada hal yg dijembrengin depan mata kita & itu adalah hal2 yg kita suka, tapi Tuhan bilang gak boleh ambil? 

Israel diingetin buat gak ambil barang2 yg Tuhan perintahkan utk dimusnahkan dari hasil rampasan penaklukan kota Yerikho. Sekali lagi disini Israel diminta taat sama Tuhan. Kalo tadi belajar taat sama aturan2 yg Tuhan kasih utk meruntuhkan tembok Yerikho (salah satunya belajar sabar, pay attention to details krn ritualnya spesifik dari Tuhan), utk yg kali ini belajar menaklukkan keinginan daging. Karena pasti barang2 tersebut nilainya berharga secara materi. Kalo nurut sama keinginan mata pasti akan berpikir, “sayang banget ya….barang mahal & bagus gini harus dibakar, padahal kalo aku bawa pulang 1 aja…pasti juga gak bakal ada yg tau/ sadar.” 

Kalo udah ada peringatan dari Tuhan , pasti karena Tuhan tau kedalaman hati manusia yg suka lapar mata ngeliat barang2 yg punya nilai materi tinggi. Tuhan lagi minta Israel utk lebih milih taat sama Tuhan ketimbang barang2 berharga tersebut. 

Jadi apa yg saat ini Tuhan minta kita utk lepaskan walau di mata kita itu merupakan hal yg kita sukai/berharga tapi sesungguhnya gak berkenan di mata Tuhan karena saking sukanya jadi udah kayak berhala buat kita? 

Biarlah saya terus dimampukan utk menaklukkan keinginan daging yg udah kayak berhala di hidup saya. Roh Kudus menolong dan memampukan supaya saya gak bikin hati Tuhan sedih & marah krn udah menduakan Tuhan dg hal2 tersebut.


Nehemia 6 : 14

Ya Allahku, ingatlah bagaimana Tobia dan Sanbalat masing-masing telah bertindak! Pun tindakan nabiah Noaja dan nabi-nabi yang lain yang mau menakut-nakutkan aku.

Wow betapa beratnya jadi Nehemia. Udah ngelakuin hal yg baik & benar, masih difitnah, mau dijatuhkan, bahkan sampai ada nabi-nabi yg turun tangan ingin menjebak juga. 

Kadang kita sudah melakukan apa yg baik, respons dari sesama yg kita dapat bisa saja negatif. Bahkan kadang hal itu datang dr orang2 di sekitaran  lingkungan dimana kita bergereja. Yg kadang kita pikir pasti auranya rohani banget. Tapi ya selama itu manusia, pasti gada yg sempurna. Kita gak bs menggantungkan harapan sama manusia krn manusia bisa mengecewakan. 

Mari mengarahkan pandangan ke Tuhan saja sebagai pelindung kita, yg pasti akan membela kita dengan cara & waktuNya yg tak terselami akal-pikiran kita. Yg penting bagian kita adalah taat melakukan kehendak Tuhan. Kalo gagal, cepet-cepet minta ampun & bertobat, supaya gak makin keluar dari jalurnya Tuhan.

Natal Panasonic 2025