Kamis, 14 November 2024

Rhema hari ini..............

Yosua 14:14 (TB)  

Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati. 


Wow, janji yg tertunda 45tahun lamanya. 

Bahkan lebih lama drpd umur Kaleb (40tahun) saat melakukan pengintaian!

Tapi ia tetap setia menanti penggenapannya.

Dari sosok Kaleb saya bs merenungkan :

Betapa pentingnya sebuah kesabaran. 

Karena kesabaran Kaleb berbuah manis. Ia memperoleh Hebron dg izin Tuhan.

Kaleb melakukan bagiannya dg menagih janji kpd Yosua. Bisa jadi krn terlalu banyak perang Yosua lupa. Jadi bagian Kaleb mengingatkan. Yosua juga tidak pura2 gak tahu-menahu soal janji itu. Ia mengizinkan Kaleb memperjuangkan tanah bagiannya di Hebron. Semua ini tentu krn Tuhan berperkara mendatangkan kebaikan buat Kaleb yg sudah setia sejak muda. Memberi kesaksian yg baik bersama Yosua ketika mengintai Kanaan.

Kaleb gak ongkang2 kaki cuma tagih janji. Ia mengusahakan apa yg ia minta dg maju berperang utk merebut Hebron. Dan gak mengandalkan  kekuatan sendiri krn ia mengatakan :  Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN." 

Biarlah kesabaran, kegigihan, & kerendahan hati Kaleb dg mengandalkan Tuhan bs jadi contoh karakter yg saya tiru dalam kehidupan saya pribadi.

Rabu, 13 November 2024

Rhema yang baru sempat aku post hari ini 141124

 Yosua 13:33 (TB)  

Tetapi kepada suku Lewi Musa tidak memberikan milik pusaka: TUHAN, Allah Israel, Dialah yang menjadi milik pusaka mereka, seperti yang dijanjikan-Nya kepada mereka.  


Karena suku Lewi adalah suku yg bertugas melakukan hal2 yg berhubungan dg peribadahan dg segala ritualnya yg tidak sederhana di zaman perjanjian lama, maka mereka tidak mendapat bagian tanah secara khusus seperti suku Israel lainnya. Dikatakan bahwa Allah-lah milik pusaka mereka. Wow....buat saya pribadi baca kalimat ini dalem banget rasanya. God is enough for me.....

Bisakah saya seperti itu dengan sepenuh hati? Bagian suku yg lain terlihat oleh mata. Bisa diukur secara materi. Tapi bagian suku Lewi gak keliatan & gak bs dinilai secara materi. 

Tuhan bri ku kemampuan utk memandang Tuhan saja, sehingga yg selalu kucari adalah kehendak Tuhan & bukan hanya mengarah pada harta duniawi yg sifatnya hanya sementara & fana.


Selasa, 12 November 2024

Rhema yang baru sempat aku post hari ini 141124

Yosua 12

Disini ditulis kembali riwayat kemenangan bangsa Israel atas lawan-lawannya dari sejak dipimpin Musa s/d Yosua dalam usaha utk menaklukkan bangsa-bangsa yg mendiami tanah perjanjian (Kanaan) yg sudah ditetapkan Tuhan bagi bangsa Israel.

Yang dapat saya ambil pelajaran dari pasal ini adalah :

1. Tuhan bukan “orang tua” yg memanjakan anakNya Israel. Memang Kanaan dijanjikanNya bagi Israel. Namun bukan berarti Israel hanya ongkang-ongkang kaki lalu terima “warisan” tersebut. Tapi harus juga ada usaha dari pihak Israel, dengan memerangi penduduk2 yg semula menempati daerah2 di Kanaan tersebut. Bahkan dalam peperangan itu banyak kali Israel ditolong oleh Tuhan sehingga bahkan kemenangan mereka-pun bukan semata hasil usaha mereka. Asal mereka taat melakukan bagian mereka seperti yg diperintahkan Tuhan, maka kemenangan selalu mereka peroleh dari Tuhan.

2. Saya gak boleh jadi anak Tuhan yg cuma tahu berdoa lalu berharap tingkap sorga terbuka & doa saya langsung dijawab saat itu juga. Israel melakukan penaklukan2 ini bukan hanya sehari dua hari tapi bertahun-tahun. Dari sejak Musa saja 40 tahun jaraknya utk tiba di Kanaan. Lalu peperangan2 yg dilakukan Yosua lamanya kira-kira 7 tahunan. Gak setiap hal bisa didapat secara instant (walau ada juga yg Tuhan bisa kasih saat itu juga, semua tergantung kedaulatan Tuhan). Berarti saya harus belajar tekun & sabar melakukan bagian saya & menanti waktunya Tuhan utk menjawab apa yg saya minta. Karena waktu Tuhan pasti yg terbaik.

3. Tantangan banyak. Bangsa2 yg dihadapi Yosua bukan bangsa ecek-ecek. Ada orang2 Enak yg terkenal dengan perawakannya yg besar2. Tapi Yosua tahu benar siapa “backingannya”. Tuhan adalah pembela Yosua, yg sudah berjanji akan menyertainya. Itulah yg Yosua pegang & imani sehingga ia gak ragu2 utk melakukan semua penaklukan2 tersebut. Ia tahu Tuhan yg ia sembah lebih besar & lebih hebat dari lawan-lawannya. Saya harus yakin bahwa masalah yg terjadi didalam hidup saya semuanya lebih kecil daripada kuasa Tuhan yg mampu memenangkan saya dari segala pergumulan saya.


Nehemia 12 : 46

Karena sudah sejak dahulu, pada zaman Daud dan Asaf, ada pemimpin-pemimpin penyanyi, ada nyanyian pujian dan nyanyian syukur bagi Allah.

Jujur saya dulu gak gitu suka nyanyi. Ada trauma tersendiri karena pas ikut paduan suara anak, suara saya lari sendiri sehingga disuruh sama pelatih untuk dikecilin suaranya. 

Kejadian ini bikin saya gak suka nyanyi. Selalu merasa suara gak bagus. Alhasil jadi gak suka pujian penyembahan. Kayak pengennya skip aja langsung denger khotbah. Tapi ternyata dari ayat diatas dan bahkan pasal 12 ini dituliskan betapa pentingnya nyanyian pujian & syukur bagi Allah. Udah dari zaman Daud & Asaf ditempatkan sebagai sesuatu yg penting sehingga perlu orang2 khusus yg ditugaskan utk mengatur & melakukannya.

Saya mulai suka menyanyi ketika mendengarkan khotbah yg mengatakan pujian & penyembahan bikin hati kita gembur buat terima benih firman Tuhan. Jadi lebih mudah dibentuk. 

Sejak itu saya lebih kasih perhatian sama pujian & penyembahan drpd sebelum2nya. Dulu cuma suka dengerin lagu2 rohani yg enak di telinga aja, sekarang lebih kasih perhatian juga ke liriknya. Lebih diresapi, jadi lebih masuk ke hati. Udah bisa ngerasain gimana powerful sebuah pujian penyembahan utk hantar saya masuk hadirat Tuhan dalam peribadahan. Jadi sekarang udah gak mau skip pujian penyembahan lagi karena ud ngerasain sendiri gimana pentingnya. Bukan cuma khotbah aja yg diutamain. Semua jadi bagian yg sama penting dalam peribadahan.

Jadi bisa membayangkan keintiman Daud dg Tuhan melalui puji2an yg Daud lantunkan melalui mazmurnya, permainan kecapinya. Oh ini toh rasanya…..

Bersyukur Tuhan ubah cara pandang saya buat yg satu ini.

Senin, 11 November 2024

Rhema yang baru sempat aku post hari ini 141124

Nehemia 11:1-2 (TB)  

Para pemimpin bangsa menetap di Yerusalem, sedang orang-orang lain membuang undi untuk menentukan satu dari sepuluh orang yang harus menetap di Yerusalem, kota yang kudus itu, sedang yang sembilan orang lagi tinggal di kota-kota yang lain. 

Orang-orang memuji setiap orang yang rela menetap di Yerusalem. 

Kalo dibuang undi berarti keadaannya gak enak (inget pas yunus kena undi). Karena gada orang yg sukarela mau melakukan sesuatu tersebut makanya akhirnya diundi. Bahkan ayat diatas menyatakan bahwa orang2 memuji mereka yg rela menetap di Yerusalem karena pasti keadaannya gak enak, belum nyaman. Kota masih dalam pembangunan. Belum pulih benar. Masih banyak yg harus dibenahi. Belum aman.

Kadang Tuhan izinkan kita utk jadi orang yg kena undi tersebut. Harus jadi pribadi yg mengerjakan hal yg orang lain g mau kerjakan tapi sesungguhnya hal itu mendatangkan kebaikan buat orang banyak (greater good). Kalau itu terjadi pada saya, kiranya saya boleh memandangnya sbg suatu kepercayaan yg Tuhan beri. Belajar gak bersungut2 tapi taat & setia mengerjakan bagian saya.


Yosua 11:23 (TB)  

Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu sesuai dengan segala yang difirmankan TUHAN kepada Musa. Dan Yosua pun memberikan negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka mereka, menurut pembagian suku mereka. Lalu amanlah negeri itu, berhenti dari berperang.

Baca perikop ini berasa kebawa capenya karena Yosua terlibat di banyak pertempuran. Tapi karena Tuhan menyertainya maka ia selalu beroleh kemenangan sehingga akhirnya di ayat terakhir dikatakan "lalu amanlah negeri itu, berhenti dari berperang". Ibaratnya capenya Yosua dan bangsa Israel akhirnya terbayar (walau tentu saja di banyak peperangan itu Tuhan yg campur tangan jadi usaha Israel gak sekeras yg seharusnya krn banyak cara ajaib yg Tuhan buat sehingga musuh terpukul kalah).

Dari sini saya belajar karakter Yosua yg taat. Apa yg Tuhan bilang, yg Musa pesankan, semua dilakukannya dengan tidak dikurang2i. Benar2 exact sebagaimana dipesankan. Waktu masalah Gibeon pun ia bisa dibilang terkecoh (lupa tanya Tuhan juga saking percaya polos2 apa yg dilihat matanya). 

Karakter taat yg bisa dijadikan teladan buat saya pribadi yg sering masih suka kebanyakan nanya sama Tuhan kenapa harus begini kenapa harus begitu kalo lagi dibentuk Tuhan.

Minggu, 10 November 2024

Rhema yang baru sempat aku post hari ini 141124

Yosua 10

Wow di pasal ini sekali lagi Tuhan menyatakan keajaibanNya kepada bangsa Israel dibawah kepemimpinan Yosua.

 Matahari & bulan berhenti pada posisinya masing2 agar Yosua punya waktu tambahan utk mengalahkan lawan. Dan di ayat2 selanjutnya bahkan digambarkan bagaimana Tuhan menganugerahkan kemenangan demi kemenangan buat Yosua.

Padahal kisah peperangan di pasal ini semua bermula dari Yosua berusaha menepati janjinya utk melindungi Gibeon yg hendak diserang musuh. 

Kalo dipikir2 padahal perjanjian dg Gibeon itu merupakan suatu kesalahan ya dari pihak Yosua & pemimpin2 Israel, tapi itu tidak membuat Tuhan melepaskan penyertaanNya atas Israel. 

Pada Yosua 10:8 (TB)  dikatakan : Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyerahkan mereka kepadamu. Tidak seorang pun dari mereka yang akan dapat bertahan menghadapi engkau."

Jadi sesungguhnya Tuhan adalah Allah yg setia memegang janjiNya. Walau Yosua buat kesalahan, tapi ketika ia menyadarinya (merujuk pada reaksinya yg marah pada penipuan yg dilakukan oleh Gibeon), Tuhan kasih kesempatan Yosua utk jadi pemimpin yg memegang kata2nya dg menepati janji yg sudah dibuat bersama Gibeon, yaitu jadi pelindung mereka. 

Maka sesungguhnya keadaan bisa gak berjalan sesuai yg kita harapkan pada mulanya. Manusia bs mereka-reka yg jahat ke kita (melalui tipu daya atau rencana gak baik lainnya). Tapi Tuhan selalu punya cara utk mendatangkan kebaikan bagi kita bahkan dari hal yg dimulai dengan tidak baik.

Seperti firman Tuhan di Roma 8:31

Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?


Sabtu, 09 November 2024

Rhema yang baru sempat aku post hari ini 141124

Yosua 9:14 (TB)  

Lalu orang-orang Israel mengambil bekal orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan TUHAN

Ternyata Yosua bisa "kegocek" juga dengan akal-akalan orang Gibeon sehingga membuat perjanjian dg mereka yg seharusnya dimusnahkan dalam upaya Israel menguasai daerah2 di Kanaan.

Intinya karena apa? Karena keputusan mengikat perjanjian dg bangsa tersebut (Gibeon) tidak didasari dg restu dari Tuhan. Yosua & para pemimpin mengambil keputusan berdasarkan apa yg dlihat mata manusia mereka sehingga mereka tertipu. Padahal Allah bisa mengetahui apa yg tersembunyi di hati manusia. Kalau mereka bertanya dahulu kpd Allah,maka kesalahan ini gak mungkin terjadi.

Biarlah saya gak anggap remeh hal2 yg datang/terjadi dalam hidup saya dg senantiasa melibatkan Tuhan didalamnya agar hasil akhirnya seturut dg kehendak Tuhan.


Nehemia 9:28 (TB)  

Tetapi begitu mereka mendapat keamanan, kembali mereka berbuat jahat di hadapan-Mu. Dan Engkau menyerahkan mereka ke tangan musuh-musuh mereka yang menguasai mereka. Kembali mereka berteriak kepada-Mu, dan Engkau mendengar dari langit, lalu menolong mereka berulang kali, karena kasih sayang-Mu. 

Sebenernya kadang baca kisah Israel ini jadi gemes sendiri karena kebiasaan mereka yg "tomat" (tobat-kumat) berkali2. Tapi ternyata Israel adalah cerminan kita sbg manusia yg juga sering tomat sama Tuhan. Kalo lagi susah cari Tuhan dg sungguh, tapi kalo keadaan ud aman lupa lagi sama Tuhan. Bikin dosa lagi.

Memang alkitab membawa banyak pembelajaran hidup. Salah satunya supaya saya bukan cuma kesel sama tomat-nya Israel tapi merefleksi diri jgn2 saya sama aja sama Israel yg juga tomat-an. Tuhan beri saya hati yg tidak seperti keledai yg selalu jatuh di lubang yg sama. Tapi mau belajar dr kesalahan & berubah lebih baik.

Kamis, 07 November 2024

Rhema yang baru sempat aku post hari ini 141124

Nehemia 8 : 9

(8-10) Lalu Nehemia, yakni kepala daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya: "Hari ini adalah kudus bagi TUHAN Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!", karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu.


Dulu suka gak ngerti kalo liat orang yang pas ibadah atau pujian penyembahan bisa sampe nangis2. Setelah akhirnya ngerasain sendiri baru ngerti. 

"Oh ini loh rasanya hati yg dijamah Tuhan. 

Ada dalam hadiratnya Tuhan. 

Rasanya campur-campur. 

Terharu, bersyukur, ada penyesalan akan dosa, rindu pemulihan dari Tuhan, bawa beban berat ke Tuhan."

Banyak hal yg kadang g bs dijelaskan dengan kata2 tapi termanifestasi lewat air mata. 

Mungkin ini juga yg dirasain sama bangsa Israel saat Taurat Tuhan dibacakan. 

Seneng bgt ya….mereka bisa punya kesempatan beribadah sebagai bangsa tanpa kuatir dipersekusi. Peribadahan mereka difasilitasi sama pemerintah (melalui kepemimpinan Nehemia sebagai bupati saat itu). 

Maka bersyukurlah kita apabila masih punya kesempatan beribadah dengan leluasa. Mari gunakan waktu anugerah tersebut dengan bersungguh2 datang cari Tuhan. Karena gak semua orang seberuntung itu utk beribadah kepada Tuhan Yesus. Banyak kesaksian iman tentang mereka yg harus ada dalam bahaya krn iman percaya mereka kepada Tuhan Yesus. Maka bila kita masih leluasa beribadah, seperti kata ayat diatas, Jangan kamu berdukacita dan menangis! (ayat 10) Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu

Natal Panasonic 2025