Contains my writings, drawings, photography. All things that capture my feelings at the time equally.
Senin, 13 Januari 2025
Rabu, 08 Januari 2025
Rhema Hari Ini..............
Keluaran 8 : 8-10, 15
Tobat Tarsok
Kemudian Firaun memanggil Musa dan Harun serta berkata: "Berdoalah
kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya katak-katak itu dari padaku dan dari pada
rakyatku; maka aku akan membiarkan bangsa itu pergi, supaya mereka
mempersembahkan korban kepada TUHAN."
Kata Musa kepada Firaun: "Silakanlah tuanku katakan kepadaku, bila
aku akan berdoa untukmu, untuk pegawaimu dan rakyatmu, supaya katak-katak itu
dilenyapkan dari padamu dan dari rumah-rumahmu, dan hanya tinggal di sungai Nil
saja."
Katanya: "Besok." Lalu kata Musa: "Jadilah seperti
katamu itu, supaya tuanku mengetahui, bahwa tidak ada yang seperti TUHAN, Allah
kami.
Tetapi ketika Firaun melihat, bahwa telah terasa kelegaan, ia tetap
berkeras hati, dan tidak mau mendengarkan mereka keduanya — seperti yang telah
difirmankan TUHAN.
Kalau baca pasal ini, kita berasa
kesel banget ya sama Firaun yang terus-menerus melanggar janjinya ke umat
Israel. Kapok pas dikasih tulah, tapi nanti pas tulahnya diangkat, balik lagi
jadi keras hati.
Tapi kalau direnungkan dalam-dalam, kita pun manusia juga suka janji palsu kok ke Tuhan. Waktu masalah muncul di hidup kita, kita doa mati-matian minta Tuhan angkat dan pulihkan. Bahkan terkadang diselipkan janji bakal bertobat. Mau berubah ninggalin habit-habit lama yang gak berkenan di hati Tuhan. Nanti pas udah dapet pemulihan keadaan dari Tuhan, masalah dan kesulitan selesai, eh keenakan terus lupa deh sama janji diri sendiri. Balik lagi ngelakuin kebiasaan-kebiasaan lama yg gak Tuhan suka.
Jadi sebelum nunjuk-nunjuk ke Firaun, ini jadi bahan koreksi buat saya
pribadi. Apakah saya udah bener atau sama aja kayak Firaun yang janjinya hanya
gombal belaka buat lepasin umat Israel dari Mesir/ tobatnya “Tarsok (entar-besok)”?
Selasa, 07 Januari 2025
Rhema kemarin & hari ini..........
Ih...udah lama banget gak posting.....hehehe....
Pengen nulis lagi rhema-ku yang udah lama kayak berasa "hambar" di akhir-akhir bulan Desember kemarin karena satu dan lain hal. Moga-moga tahun baru on fire lagi nich.....gas...gas...gaspol......
January...here I come.....
Keluaran 6 : 9
(6-8) Lalu Musa
mengatakan demikian kepada orang Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa
karena mereka putus asa dan karena perbudakan yang berat itu.
Kadang ada peneguhan dari Tuhan
melalui hamba-hambaNya yg menyampaikan kabar pengharapan, penguatan terhadap
suatu masalah yg sedang kita hadapi. Tapi karena masalah terasa terlalu berat,
jadi suka “ketutup” sama rasa putus asa. Apa yg dialami bangsa Israel ya kadang
sama aja kayak perasaan saya ketika diperhadapkan sama persoalan yg kok belum
tau ujungnya bakal selesai kayak gimana. Denger firman Tuhan yg dikhotbahkan
kadang jadi cuma kayak masuk kuping kanan keluar kuping kiri. Karena saya gagal
focus. Bukan focus sama Tuhan, tapi terlalu focus sama masalah yg dihadapi.
Kadang perlu ambil moment jeda
sejenak. Diamkan semua suara berisik di kepala dan berusaha focus dengar suara
Tuhan, supaya saya gak salah ambil langkah dan gak putus asa. Kembali ingat
bahwa Tuhan pegang kendali atas segala sesuatunya, termasuk tentang masalah yg
saya hadapi. It’s just another season in life yg harus saya lalui dengan
mengizinkan Tuhan berperkara utk mendatangkan kebaikan buat saya ataupun orang2
di sekitar saya.
Keluaran 7 : 3
Tetapi Aku akan mengeraskan hati Firaun, dan Aku akan memperbanyak
tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang Kubuat di tanah Mesir.
Sebenarnya mengherankan ya apa yg
Tuhan bilang. Kalo bisa gampang kenapa harus dibikin sulit sih? Kalo Tuhan bs
mengeraskan hati kan Tuhan juga bisa melembutkannya, jadi proses Israel keluar
dari Mesir gak perlu berbelit-belit. Tapi ya rencana Tuhan bukanlah rencana
manusia. Kadang kita gak bisa memahaminya. Tapi yg pasti karena hal ini Tuhan
sudah membentuk Musa menjadi sosok pemimpin yg tangguh dan make a big impact
dalam sejarah bangsa Yahudi yg mungkin melebihi pemikiran Musa sendiri. Ia yg
tadinya gak merasa percaya diri, berat lidah, bisa “membujuk” Tuhan ketika
Tuhan hampir saja memusnahkan bangsa Israel karena murka atas pengkhianatan
bangsa Israel yg menyembah patung lembu emas. Musa juga yg “membujuk” Tuhan utk
berjalan bersama Israel ketika Tuhan enggan karena ketegartengkukan bangsa
Israel.
Jadi banyaknya masalah yg terjadi
di hidup kita pun Tuhan izinkan utk membentuk kita menjadi pribadi yg lebih
baik. Tuhan ingin mengeluarkan “the best version of our selves” buat
kemuliaanNya. Ikut Tuhan emang gak gampang, supaya kita juga gak jadi anak-anak
gampangan.
Amsal 7 : 13-14
Lalu
dipegangnyalah orang teruna itu dan diciumnya,
dengan muka tanpa malu berkatalah ia kepadanya:
"Aku
harus mempersembahkan korban keselamatan,
dan pada hari ini telah kubayar nazarku itu.
Baca pasal ini berasa visualisasi adegan grooming. Teruna yg kurang pengalaman dijebak perempuan sundal yg tentu usianya sudah lebih dewasa. Dikiranya itu adalah jalan menuju hal-hal yg menyukakan hati, tapi ujungnya kepada kebinasaan.
Bila kita tidak bergaul erat dengan firman Tuhan, kitapun dapat dg mudah dikecoh iblis dengan segala tipu dayanya. Karena kurangnya pengetahuan kita akan kebenaran firman Tuhan. Kita bisa terkecoh dg embel-embel kebaikan yg membungkus suatu pemahaman yg salah/ dosa. Hal-hal yg jadinya abu-abu sehingga kita sulit membedakan apakah ini kehendak Tuhan atau bukan dan akhirnya malah jadi membuat kita jatuh dalam dosa. Seperti bujukan yg dipakai si perempuan sundal di ayat ini. Ia mengatakan ingin mempersembahkan korban keselamatan & membayar nazar. Sesuatu yg nampaknya baik tapi ternyata hanya tipu muslihat berujung dosa.
Maka baiklah kita menguji segala sesuatunya apakah
sudah seturut dg kebenaran firman Tuhan atau belum. Supaya gak mudah
diombang-ambingkan tipu muslihat dunia ini yg sekarang makin jahat tapi
berkedok kebaikan, hak-hak asasi manusia, dan banyak lagi label yg mengecoh.
Rabu, 18 Desember 2024
Rhema Hari Ini.....
Kisah Para Rasul 15
Sometimes, My Way is Not Other's People Way
(and i have to learn to accept that)
Baca pasal ini terasa sekali banyak perselisihan soal bagaimana hidup beriman yg baik. Ada yg udah terima Tuhan Yesus tapi masih ikut aturan lama hukum Taurat, ada yg merasa kalo jalanin hukum Taurat juga bakalan berat banget. Ada juga perselisihan antara Paulus & Barnabas perihal Markus, yang akhirnya membuat mereka “pecah kongsi”.
Memang manusia punya berbagai sudut pandang soal bagaimana hendak menjalani kehidupan berimannya. Prinsip-prinsip bagaimana yg mau ia pegang dan mana yg mau ia tinggalkan/ tidak lakukan lagi. Punya prinsip juga soal bagaimana memperlakukan orang lain. Menerima atau melepaskan orang lain untuk ada atau tidak di sekitar kehidupannya. Ini semua terjadi dengan pemahaman/ cara pandang terhadap firman Tuhan yang berbeda karena dilihat dari berbagai sudut pandang.
Hampir seumpama seperti pasal yg sama dibaca oleh sisters di grup BRG Y lalu jadi rhema yg berbeda-beda di tiap orang. Padahal bacaannya sama.
Ini jadi perenungan juga buat saya, bahwa saya gak bisa paksa orang lain untuk lakuin hal2 yg sama yg saya lakuin (terutama soal bgmn menerapkan firman Tuhan dalam hidup saya). Sharing/ kesaksian boleh aja. Tapi pengalaman iman tiap orang beda-beda. Belum tentu juga yg udah saya lakuin 100% udah benar. Yang tahu semuanya itu ya Tuhan sendiri. Karena Tuhan tau hati & motivasi terdalam masing-masing makhluk ciptaanNya. Ia mengenal bagaimana komitmen tiap anak-anakNya utk mengikutNya. Paulus mungkin udah gak bisa kompromi sama sikap Markus, tapi Barnabas mau coba kasih Markus kesempatan lagi. Saya mungkin aja bisa bersikap seperti Paulus pada teman A, atau bersikap seperti Barnabas pada saudara B. Manusia itu kompleks. Makanya Tuhan juga selalu punya cara utk bikin sesuatu yg gak baik (misal : perpecahan) jadi tetap berujung baik (Injil Tuhan malah jadi lebih mudah tersebar karena pekerjaNya yg berpisah jalan ambil daerah pelayanan yg berbeda-beda).
Habakuk 2 : 9
Celakalah orang yang mengambil laba yang tidak halal untuk keperluan rumahnya, untuk menempatkan sarangnya di tempat yang tinggi, dengan maksud melepaskan dirinya dari genggaman malapetaka!
Jujurlah dalam Pekerjaanmu!
Biarlah kudiingatkan senantiasa utk punya hati yg jujur dalam bekerja. Memperoleh pendapatan dengan cara yg berkenan di hati Tuhan. supaya ketika dipakai utk hidup rumah tangga juga jadi berkat. Bukan malah jadi kutuk karena didapat dengan cara yg gak berkenan di hati Tuhan. Kesempatan utk berbuat curang mah ada aja. iblis pasti punya cara buat menggoda. Tinggal sayanya yg harus berintegritas dalam Tuhan utk ambil sikap yang benar.
Kamis, 12 Desember 2024
Rhema 111224
Pengkhotbah 11:9 (TB)
Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!
Manusia itu bukan robot. Tuhan beri kehendak bebas. Manusia bisa aja berbuat sesuka hatinya. Tapi ia harus ingat bahwa utk segala sesuatu ada konsekuensinya.
Kalo yg dibuatnya salah, ia harus siap utk terima hukumannya.
Terkadang manusia menunda2 pertobatan.
"Nanti dulu lah....masih muda ini....masih mau coba segala hal, masih mau cobain hal2 yg nyerempet dosa. Nanti tobatnya kalo udah tua aja."
Masa anak muda gada cerita menarik soal masa mudanya. Gada nakal-nakalnya. Isinya manut-manut aja. Flat banget hidup."
Tapi kan usia manusia gada yg tau. Kita bisa kapan aja dipanggil Tuhan. Gak harus tunggu tua dulu. Karena itu selama masih ada nafas apabila Tuhan panggil utk bertobat, mari beri hati yg mau dibentuk & diubah olehNya.
Kisah Para Rasul 8:20 (TB)
Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang.
Kadang-kadang orang kasih banyak persembahan ke gereja lalu jadi ngatur. Inginnya idenya atau keinginannya yg dituruti, bahkan juga ingin dihormati/dipandang lebih.
Apa yg diucapkan Petrus kepada Simon ini sangat keras. "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau".
Tegurannya gak main-main. Walau pada kenyataannya sekarang2 ini ada juga pendeta yg malah jd segan sama orang2 yg "membeli respek" di gereja dg uangnya, bukan malah memberi teguran ketika mereka salah.
Biarlah saya sadar apa yg saya beri bahkan itu berasal dari Tuhan. Jadi gada yg pantas saya banggakan.
Senin, 25 November 2024
Rhema 231124
Yosua 23:5 (TB)
Dan TUHAN, Allahmu, Dialah yang akan mengusir dan menghalau mereka dari depanmu, sehingga kamu menduduki negeri mereka, seperti yang dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
Wow, Yosua memang pemimpin yg patut dicontoh teladan hidupnya. Bahkan di akhir2 hidupnya ketika ia sudah tua, tetap saja yg dipesankannya pada bangsa Israel adalah utk hidup taat.
Dan di ayat yg menjadi rhema saya ini terasa bgt bahwa Yosua sangat menyadari bahwa segala kemenangan2 yg diraihnya selama merebut tanah Kanaan adalah dari Tuhan, bukan dari jerih lelahnya sendiri. Kemenangan Israel adalah karena tangan Tuhan menyertai mereka & mendatangkan kebaikan melalui kemenangan demi kemenangan.
Baiklah saya juga menyadari segala yg baik yg saya peroleh di hidup ini adalah karena Tuhan. Sehingga saya dijauhkan dari hati yg sombong, tapi senantiasa rendah hati sebagaimana teladan dari Yosua.
Markus 9:31 (TB)
sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit."
Gak kebayang padahal Tuhan Yesus ud cerita lebhi dari 1x kepada murid2Nya soal penyalibannya, tapi masih juga murid2 gak ngeh sampai benar2 kejadian.
Biarlah tiap kali firman Tuhan disampaikan oleh hamba-hambaNya saya bukan saja mau memberi telinga utk mendengar & mata utk melihat, tapi terlebih hati yg terbuka utk mengerti firman Tuhan yg disampaikan sehingga kebenaran firman Tuhan itu mengubahkan saya.
Menyimak - mengerti - melakukan.
-
Dear journal………. Sometimes, I really don’t know the essence of making a relationship. Everything just seems to be more complicated than I th...
-
John Wick played by the breath-taking Keanu Reeves Dustin from Stranger Things played by Gaten Matarazzo Chibi Goblin, The Gre...
-
"Not everything looks like what meet the eyes" "Not every prayers being answered the way it requested" My life is pretty...


