Selasa, 04 Februari 2025

Rhema hari ini...

Matius 4 : 5-7

Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,

lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."

Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

Kadang kita merasa nggak apa-apa utk nyerempet-nyerempet bahaya, atau nggak apa-apa buat nyobain sesuatu yg gak baik sekali-sekali. Kan cuma supaya tau aja gimana rasanya. Gak bakal terikat/ ketagihan kok. Kan ada Tuhan yg menjaga & memelihara. Iman aku kuat kok. Gak bakal aku jatuh dalam pencobaan. Itu namanya kita sama aja mencobai Tuhan.

Udah tau hal gak baik, tapi masih dilakuin dg harapan bakal dipagari kuasa Tuhan, padahal kita sendiri yg udah “lompat pagar”. Gak mawas diri tapi ngandelin Tuhan utk bantu kita perbaiki kesalahan yg kita buat sendiri.

Adalah bijak kalau kita tau batasan-batasan kita supaya gak kebablasan. Kita aja hidup normal & lurus-lurus masalah tetap ada/ datang, apalagi kalo kita jalannya belok-belok, nanti tambah semrawut.


Keluaran 35

Baca pasal ini jadi semakin terasa bahwa TUHAN MENYEDIAKAN. Ya…..utk setiap pekerjaan & rancanganNya yg sekalipun sulit & mustahil di mata manusia tapi ternyata Tuhan sediakan. Ada yg mau dg rela hati memberi persembahan dalam rupa-rupa barang-barang yg mahal, ada juga yg mempersembahkan keahliannya utk pekerjaan Tuhan.

Sesuatu yg mungkin tadinya mustahil terjadi karena Tuhan mencukupkan. Ada aja orang-orang yg Tuhan utus supaya pekerjaanNya terselesaikan. 

Kadang kalau menghadapi kesulitan ketika mengerjakan sesuatu, entah dalam pelayanan atau kehidupan pribadi, kekuatiran menutup pandangan iman. Takut gak cukup, takut gak bisa, takut gak kejadian, dan ketakutan2 lainnya. Dulu saya adalah pribadi yg overthinking banget. Tapi seiring berjalan waktu, dan juga banyaknya pengalaman iman yg Tuhan ijinkan saya alami, overthinking itu mulai jauh berkurang. Kalo tiba-tiba suka mendadak menyerang, saya suka berdoa minta Tuhan yg berperkara karena kalau ini utk kemuliaan Tuhan, utk membangun iman, Tuhan pasti sediakan jalan yg bahkan semula gak kepikiran sama saya. Dan terbukti sudah banyak kali ketika say aserahkan kekuatiran itu pada Tuhan, Ia menjadikan segala sesuatunya bahkan lebih indah daripada yg saya bayangkan semula & itu membangkitkan iman percaya saya. Tuhan Yesus baik.

Rhema 030225

Matius 3 : 7-8

Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?

Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

Bukanlah ritual semata, peribadahan yg Tuhan inginkan utk kita lakukan. Tetapi bagaimana sikap hati kita. Kesungguhan relationship kita dg Tuhan. Apakah sudah intim atau sekedar ritual belaka?

Tuhan menginginkan hubungan yg tidak pura-pura (hanya terlihat saleh dari luar saja) tapi ternyata buah yg nampak tidak sesuai krn sesungguhnya ternyata selama ini hanya utk pencitraan belaka utk dilihat orang sbg pribadi yg saleh tapi hatinya tidak tertuju kepada Allah.

Saya mau peribadahan saya selaras antara ritual & actual supaya tidak ada kemunafikan didalam hubungan saya dg Tuhan seperti teguran Yohanes kpd orang2 Farisi & Saduki.


Keluaran 34 : 29

Ketika Musa turun dari gunung Sinai — kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu — tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN.

Efek Musa berbicara dg Tuhan maka kulit mukanya bercahaya, ada kemuliaan Tuhan yg nepa ke Musa. Orang yg dekat dg Tuhan maka kualitas hidupnya akan nampak dari bagaimana ia bersikap. Bukan berarti tidak berdosa lagi, tapi melalui tuntunan Roh Kudus maka akan terlihat perbedaannya. Hidup tidak serampangan lagi, tidak menuruti hawa nafsu, tidak lekas marah, dan lain sebagainya.

Kalau pake usaha sendiri pasti gak bisa, tapi karena dimampukan Ruh Kudus maka bisa. Dan ini semua bisa kalau kita mau bergaul erat dengan Tuhan melalui doa & firman Tuhan yg kita baca setiap harinya.

Kita mungkin gak dapat pengalaman yg sama seperti Musa yg wajahnya bercahaya, tapi cara hidup kita bisa jadi terang buat orang-orang di sekitar kita utk melihat kasih & kemuliaan Allah melalui cara hidup kita yg berkenan kepadaNya.

Rhema 020225

Matius 2:6, 23 (TB)  

Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." 

Setibanya di sana ia pun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret. 

Berbagai keribetan yg harus dijalani Yusuf utk berpindah-pindah tempat ternyata bagian dari penggenapan nubuatan yg sudah ada sebelumnya.

Kadang kitapun merasa kenapa saya mengalami hal yg gak enak? Kenapa saya harus menderita? Dan kenapa2 lainnya. Tapi kalo kita udah tiba di ujung cerita, akhirnya kita tau, oh maksud Tuhan ini loh. Memang kadang prosesnya gak enak, tapi ternyata didalamnya Tuhan bekerja utk mendatangkan kebaikan buat kita. Mari kita taat seperti Yusuf yg mengikuti arahan2 Tuhan.


Rhema tgl 300125

Keluaran 30:15 (TB)  

Orang kaya janganlah mempersembahkan lebih dan orang miskin janganlah mempersembahkan kurang dari setengah syikal itu pada waktu dipersembahkan persembahan khusus itu kepada TUHAN untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kamu sekalian. 

Persembahan ini dibuat sbg tanda, bahwa bukan krn jumlahnya, tapi sebagai pengingat bahwa pendamaian adalah anugerah dari Allah. Ini juga menunjukkan bahwa bukan krn usaha manusia (karena kaya lalu mempersembahkan persembahan yg jumlahnya besar lalu pasti akan dpt pendamaian yg lebih istimewa krn usahanya sebagai manusia) tapi semata-mata karena anugerah Allah. Dan Allah juga tidak memandang manusia berbeda krn jumlah harta & persembahannya. Semua sama di mataNya. Berharga utk diselamatkan.

Maka itu jalan keselamatan kita tidak diperoleh juga dr usaha kita sendiri, tapi dari anugerah Allah melalui karya penyelamatan Tuhan Yesus di kayu salib. Ketika kita percaya & mengimaninya lewat cara hidup kita yg selaras dg teladan Kristus, maka kita beroleh perkenananNya. Perbuatan baik kita sebanyak apapun kalo tidak disertai dg pengakuan kita akan Tuhan Yesus sebagai jalan keselamatan, maka tidak akan berarti.

Amsal 30:8-9 (TB)  

Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. 

Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku. 

Ayat ini jadi pegangan banget waktu rumah tangga kami mengalami kesulitan finansial. Ketika terasa sulit utk berdoa, mengucapkan ayat ini menjadi kekuatan tersendiri bagi jiwa yg sedang letih, sedang bergumul & kuatir. Supaya saya bisa tetap berjalan dalam kehendakNya & gak cari jalan2 pintas yg g sesuai dg kehendak Tuhan. Terbukti Tuhan dahsyat & kami memperoleh pemulihan perlahan-lahan juga dibaharui dalam iman soal cara pandang dalam banyak hal. Jadi tiap baca ulang ayat ini selalu teringat bagaimana penyertaan Tuhan di saat-saat gelap kehidupan finansial kami & bagaimana Tuhan membawa kami keluar dari kegelapan itu. Praise the Lord!

Rhema tgl 290125

Keluaran 29:37 (TB)  

Tujuh hari lamanya haruslah engkau mengadakan pendamaian bagi mezbah itu; haruslah engkau menguduskannya, maka mezbah itu akan menjadi maha kudus; setiap orang yang kena kepada mezbah itu akan menjadi kudus."

Jaman perjanjian lama sebagaimana dikatakan di ayat di atas, setiap orang yg kena kepada mezbah yg sudah dikuduskan akan ikut menjadi kudus. Terkena dampak kekudusannya.

Ketika hidup kita melekat kepada Allah, kita senantiasa rindu mencari kebenaranNya melalui firman Tuhan, maka hidup kita akan dikuduskan olehNya. Pola pikir kita akan diubahNya seturut dg firmanNya, tindakan kita akan dijagaiNya sehingga kita gak bertindak sembarangan tapi selalu memikirkan ulang apakah sudah seturut dg kehendakNya? Jadi segala sesuatunya tertuju kepada Allah. Bukan lagi kepada pemahaman & kemauan kita sendiri yg belum tentu benar, tetapi mengacu kepada kehendak Tuhan melalui tuntunan kebenaran firmanNya.


Amsal 29:19 (TB)  

Dengan kata-kata saja seorang hamba tidak dapat diajari, sebab walaupun ia mengerti, namun ia tidak mengindahkannya. 

Yg namanya memberi nasihat yg baik akan lebih berdampak apabila kita terlebih dulu sudah menghidupinya lewat cara hidup kita. Jadi kita jadi contoh yg nyata ttg bagaimana memberlakukan nasihat kita. Sehingga kata2 nasihat kita bukan omdo semata. NATO (no action talk only) yg malah bikin jadi seperti batu sandungan bagi orang yg kita nasihati. Tapi ketika kita menjalankan apa yg kita nasihatkan, maka itulah yg membuat nasihat itu penuh kuasa utk menggugah yg dinasihati utk juga berubah & menjadi lebih baik krn kita sudah jadi teladan lebih dahulu.

Double Rhema dari Amsal

Amsal 27:20 (TB)  

Dunia orang mati dan kebinasaan tak akan puas, demikianlah mata manusia tak akan puas. 

Hasrat manusia bermula dari pandangan mata. Dan kalau tidak dibatasi dg hikmat, maka keinginan mata gada batasnya & puasnya.

Yg dpt mengendalikan adalah ketika kita berpaut kepada Tuhan sehingga didalam Tuhan kita memperoleh kepuasan yg sejati yg mengisi lubang2 kekosongan di jiwa.


Amsal 28:26 (TB)  

Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat. 

Saat ini dunia sangat mengagungkan pernyataan "follow your heart". Tapi Amsal mengingatkan utk kita tidak selalu menuruti keinginan hati kita yg terkadang dapat menipu & jauh dr kehendak Tuhan. Segala sesuatunya harus kita pertimbangkan menurut kebenaran firman Tuhan. Firman Tuhan adalah sumber hikmat & kebijaksanaan agar jalan kita selamat. 

Rhema tgl 250125

Keluaran 25:40 (TB) 
Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu." 

Baca keluaran pasal 25 ini jujur yg timbul dlm pikiran saya adalah ribet bgt ya. Semua harus precise seperti yg Tuhan mau. Bentukan & ukuran. Saya sempat berpikir apa iya Musa kebayang bentukan persis yg Tuhan mau tuh kayak gimana sih? Takutnya salah interpretasi. Karena gak pernah liat contoh aslinya kan. Ternyata ayat closingan dikatakan bahwa Musa udah ditunjukin sama Tuhan ketika di atas gunung. Tapi Musa terbilang cukup pintar sih krn bisa ingat semua. Kalau saya dg banyaknya pengaturan seperti dijabarkan mungkin blm tentu keinget semua.

Disini bisa terlihat betapa Allah suka sesuatu yg tertib & teratur. Allah juga detail dalam setiap rancanganNya. Kalau Ia detail dg semua ini, Ia juga detail dlm rancangan keselamatanNya utk umat manusia sehingga sudah dinubuatkan jauh2 jaman sebelum terlaksana. Penciptaan dunia & isinya pun sangat detail.

Apalagi hidup kita. Ia sudah rancangkan dalam kebaikanNya. Kadang kita aja yg suka nyeleneh gak mau ikut jalannya Tuhan, jadi krn suka keluar jalur akhirnya ketemu hal2 yg gak seharusnya kita alamin.

Amsal 25:16 (TB) 
Kalau engkau mendapat madu, makanlah secukupnya, jangan sampai engkau terlalu kenyang dengan itu, lalu memuntahkannya. 

Jangan berlebihan dalam segala sesuatu. Bahkan utk sesuatu yg nampaknya enak/ bagus/ baik sekalipun. Secukupnya saja. Sesuatu yg berlebihan jadi tidak baik buat jiwa. 

Contoh :

Ayat di atas. Madu tentu rasanya lezat di lidah. Madu juga baik utk kesehatan. Tapi kalo dikonsumsi dengan berlebihan justru rasa enaknya berganti dengan rasa eneg. Jadi malas memakannya saking sudah kebanyakan & merasa bosan. Akhirnya apa yg tadinya dirasa berharga malah jadi tidak bernilai.

Kunjungan dari sahabat/ kerabat, kalau sesekali dan tidak terlalu lama, terasa sebagai bentuk melepas rindu & saling bernostalgia, tapi kalo terlalu lama bisa jadi terasa mengganggu & membosankan. Bahkan Amsal juga mengingatkan tentang hal ini dalam Amsal 25 : 17

Janganlah kerap kali datang ke rumah sesamamu, supaya jangan ia bosan, lalu membencimu.

Natal Panasonic 2025