Keluaran 25:40 (TB)
Dan ingatlah, bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."
Baca keluaran pasal 25 ini jujur yg timbul dlm pikiran saya adalah ribet bgt ya. Semua harus precise seperti yg Tuhan mau. Bentukan & ukuran. Saya sempat berpikir apa iya Musa kebayang bentukan persis yg Tuhan mau tuh kayak gimana sih? Takutnya salah interpretasi. Karena gak pernah liat contoh aslinya kan. Ternyata ayat closingan dikatakan bahwa Musa udah ditunjukin sama Tuhan ketika di atas gunung. Tapi Musa terbilang cukup pintar sih krn bisa ingat semua. Kalau saya dg banyaknya pengaturan seperti dijabarkan mungkin blm tentu keinget semua.
Disini bisa terlihat betapa Allah suka sesuatu yg tertib & teratur. Allah juga detail dalam setiap rancanganNya. Kalau Ia detail dg semua ini, Ia juga detail dlm rancangan keselamatanNya utk umat manusia sehingga sudah dinubuatkan jauh2 jaman sebelum terlaksana. Penciptaan dunia & isinya pun sangat detail.
Apalagi hidup kita. Ia sudah rancangkan dalam kebaikanNya. Kadang kita aja yg suka nyeleneh gak mau ikut jalannya Tuhan, jadi krn suka keluar jalur akhirnya ketemu hal2 yg gak seharusnya kita alamin.
Amsal 25:16 (TB)
Kalau engkau mendapat madu, makanlah secukupnya, jangan sampai engkau terlalu kenyang dengan itu, lalu memuntahkannya.
Jangan berlebihan dalam segala sesuatu. Bahkan utk sesuatu yg nampaknya enak/ bagus/ baik sekalipun. Secukupnya saja. Sesuatu yg berlebihan jadi tidak baik buat jiwa.
Contoh :
Ayat di atas. Madu tentu rasanya lezat di lidah. Madu juga baik utk kesehatan. Tapi kalo dikonsumsi dengan berlebihan justru rasa enaknya berganti dengan rasa eneg. Jadi malas memakannya saking sudah kebanyakan & merasa bosan. Akhirnya apa yg tadinya dirasa berharga malah jadi tidak bernilai.
Kunjungan dari sahabat/ kerabat, kalau sesekali dan tidak terlalu lama, terasa sebagai bentuk melepas rindu & saling bernostalgia, tapi kalo terlalu lama bisa jadi terasa mengganggu & membosankan. Bahkan Amsal juga mengingatkan tentang hal ini dalam Amsal 25 : 17
Janganlah kerap kali datang ke rumah sesamamu, supaya jangan ia bosan, lalu membencimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar