Matius 8:2 (TB)
Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
Gak tau kenapa tiap baca ayat ini selalu terharu. Si kusta berkata "jika Tuan mau" . Kemarin rhema saya soal jawaban doa (Rhema 07-02-2025) :
Matius 7:7, 11 (TB)
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
Bapa di Sorga tau memberikan yg baik kepada anak-anakNya. Maka dari itu Ia pasti menjawab doa kita sesuai dg kebutuhan kita yg Ia tau terbaik melebihi pemikiran kita yg terbatas.
Ada kalanya Ia menjawab dg mengabulkan dg segera (ya), ada kalanya Ia tidak memberikan apa yg kita minta (tidak) krn kalau kita memperolehnya blm tentu itu mendatangkan kebaikan buat kita. Ada kalanya pun Ia menjawab dg nanti dulu. Karena ada hal2 yg mau diajarkannya buat hidup beriman kita (entah ttg kesabaran, atau hal2 lainnya).
Yg pasti semua itu utk kebaikan kita. Kiranya rhema ini jadi pengingat buat saya pribadi supaya gak demanding sama Tuhan. Karena waktu & jawabanNya selalu lebih indah dari apa yg kita pikirkan & rencanakan.
dan si kusta ini tidak memaksakan kehendaknya. Sesuai dg hati Tuhan saja bagaimana menjawab permohonannya. Sesuatu yg saya patut renungkan agar jadi pribadi yg gak pemaksa ketika berdoa kepada Tuhan. Karena Tuhan kan tau apa yg terbaik buat saya. Kalo gak dikasih ya berarti ada hal yg saya harus belajar didalamnya kenapa gak Tuhan berikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar