Matius 3 : 7-8
Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
Bukanlah ritual semata, peribadahan yg Tuhan inginkan utk kita lakukan. Tetapi bagaimana sikap hati kita. Kesungguhan relationship kita dg Tuhan. Apakah sudah intim atau sekedar ritual belaka?
Tuhan menginginkan hubungan yg tidak pura-pura (hanya terlihat saleh dari luar saja) tapi ternyata buah yg nampak tidak sesuai krn sesungguhnya ternyata selama ini hanya utk pencitraan belaka utk dilihat orang sbg pribadi yg saleh tapi hatinya tidak tertuju kepada Allah.
Saya mau peribadahan saya selaras antara ritual & actual supaya tidak ada kemunafikan didalam hubungan saya dg Tuhan seperti teguran Yohanes kpd orang2 Farisi & Saduki.
Keluaran 34 : 29
Ketika Musa turun dari gunung Sinai — kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu — tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan TUHAN.
Efek Musa berbicara dg Tuhan maka kulit mukanya bercahaya, ada kemuliaan Tuhan yg nepa ke Musa. Orang yg dekat dg Tuhan maka kualitas hidupnya akan nampak dari bagaimana ia bersikap. Bukan berarti tidak berdosa lagi, tapi melalui tuntunan Roh Kudus maka akan terlihat perbedaannya. Hidup tidak serampangan lagi, tidak menuruti hawa nafsu, tidak lekas marah, dan lain sebagainya.
Kalau pake usaha sendiri pasti gak bisa, tapi karena dimampukan Ruh Kudus maka bisa. Dan ini semua bisa kalau kita mau bergaul erat dengan Tuhan melalui doa & firman Tuhan yg kita baca setiap harinya.
Kita mungkin gak dapat pengalaman yg sama seperti Musa yg wajahnya bercahaya, tapi cara hidup kita bisa jadi terang buat orang-orang di sekitar kita utk melihat kasih & kemuliaan Allah melalui cara hidup kita yg berkenan kepadaNya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar