Jumat, 28 Oktober 2016

Phobia

Radhika Apte as Mehak (Her act is so mesmerizing)
Entah kenapa saya begitu jatuh hati dengan film ini...
Ya awalnya tentu berawal dari kesukaan saya pada Bollywood.
Tapi film ini menurut saya "jauh" dari stereotype Bollywood.
Cuman ada 1 lagu, yang juga "di-design" tidak sebagai lipsync seperti film-film Bollywood pada umumnya. Simply a music to do the dance. Lalu penggambarannya yang menurut saya "Hollywood kind of type". 
Selalu menarik untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang baru...

Yang bikin agak sedikit "pusing" yaitu endingnya.....entah hanya saya yang memikirkannya atau memang ceritanya sengaja didesain menggantung dengan 2 opsi untuk membuatnya semakin menarik dan ceritanya cut deep inside your head.

Yang pasti setelah menyaksikan endingnya....inilah 2 pertanyaan yang muncul dalam benak saya :
  1. Apakah tokoh utama wanitanya bisa "menerawang" masa depan?
  2. Atau......Phobia-nya (ketakutannya) lah yang menyebabkan semua pemikiran yang ia takutkan justru menjadi realita?
Saya tertarik membahas opsi yang kedua. Bila memang itu tujuan sang film maker.....maka ada benarnya bahwa "the power of mind" sangat powerful sampai-sampai terkadang sesuatu yang tadinya hanya bisa kita bayangkan justru jadi terwujud nyata. 
Seperti nasihat beberapa orang..."Pikirkanlah sesuatu yang positif agar hal itulah yang nantinya terjadi instead of the other way around"

Something I have to take a note to myself :)

Maksud saya apa sih? You better watch the movie, because it's worth your time :)

*the first time I fall for Satyadeep's (Misra) acting

Senin, 03 Oktober 2016

The Farewell

Saya join Wells Fargo Indonesia (Rep. Office) pada pertengahan Desember 2014 sebagai tenaga kontrak. Sesuatu yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Bahkan saya belum mengenal Wells Fargo ketika belum diterima disana. Tapi setelah diterima, saya mulai belajar banyak hal baru. Diantaranya adalah mengenai FATCA documentation. Sesuatu yang bermanfaat untuk pengetahuan saya. Dan tentunya jadi tahu bagaimana besarnya nama Wells Fargo di US sana. Setelah 1,5 tahun bergabung, maka selesailah masa kontrak saya disana. Saya dapat kenangan, pengalaman dan banyak pengetahuan berharga. Juga teman-teman kerja yang unforgettable. Sangat istimewa ketika waktu keberadaan saya yang tidak terlalu lama begitu dihargai oleh rekan-rekan sekerja. Begitu juga dalam acara perpisahan yang mereka buatkan untuk saya. Jadi kenangan manis untuk saya "go far" though not with Wells Fargo. Berikut foto-foto kenangan yang akan saya cherish menjadi salah satu bagian manis dalam perjalanan dunia pekerjaan saya. Thank you Wells Fargo Jakarta :)
After the farewell & breakfasting dinner
with the country manager
Pak Amerta representing the team for my farewell
With Dear Bu Vivi :')


Thank You for The Farewell Gifts Friends :)
My Thank You & Farewell Speech



  

Selasa, 28 Juni 2016

Karimun Jawa Wet Dream

Semua orang punya destinasi liburan favorit. Ada yang suka banget kalau bisa pergi ke luar negeri. Ada juga penggila wisata dalam negeri. Ada yang lebih spesifik lagi, sukanya berwisata kemana aja asalkan ke pantai. Kalau kata quote kekinian, mereka adalah turis yang "need vitamin sea". Ada juga yang anak gunung sejati banget. Selalu bersemangat menaklukkan gunung dan curug-curug di sekitarnya. Ya..namanya selera, sah-sah aja kalau beda-beda. Justru disitu seninya.

Kalau saya ditanya masuk golongan yang mana? Saya akan jawab kemana aja asalkan liburan...wkwkwkwk....
Tapi ya kalau boleh lebih spesifik, saya lebih suka explore di dalam negeri. Indonesia itu kan kaya. Banyak ragamnya. Sayang aja kalau udah wara-wiri wisata ke luar negeri tapi belum tahu isi negeri sendiri. Salah satu yang jadi incaran saya, ya wisata karimunjawa.






















Karena namanya juga incaran, ya berarti belum jadi kenyataan. Masih jadi mimpi basah...hehehe...jangan mikir yang nggak-nggak dulu yah. Maksudnya mimpi basah disini ya karena destinasinya Karimun Jawa, udah pasti jadi wisata yang bakalan basah-basahan. Karena kan objek wisata utamanya nggak jauh-jauh dari air. 
Beberapa diantaranya snorkeling di Pulau Cilik untuk lihat-lihat terumbu karang yang indah (sekalian jangan lupa foto underwater yang lagi happening banget sekarang ini...hihihi...), lalu lihat penangkaran hiu di Menjangan Besar sekalian kalau berani berenang diantara hiu-hiunya (pengen banget nyoba yang satu ini buat menaklukkan ketakutan pribadi sama hiu), berenang-berenang cantik dan barbeque-an di Pantai Pasir Putih, atau kalau beruntung bisa selfie-selfie di Gosong Kemloko yang letaknya di bagian timur pulau Karimunjawa. 
Kenapa saya bilang "kalau beruntung"? Karena pulau ini cukup unik. Ia merupakan sebuah gundukan pasir di tengah laut yang berukuran + 5×8 meter dan hanya tampak waktu air laut sedang surut kemudian tenggelam kala air laut sedang pasang. Jadi kalau kita sampai disana pada saat air sedang pasang, otomatis nggak bakal bisa lihat pulaunya.

Wuih...alangkah lengkapnya ya kalau mimpi ini bisa diwujudnyatakan bareng sama orang tercinta, sang belahan jiwa alias suami tercintrong...hehehe, anggap aja sekalian bulan madu kedua. Ya liburan asyik tentunya musti direncanakan dengan matang supaya mimpi basahnya jadi mimpi yang indah hehehe..... 
Dan karena belum pernah kesana, gada salahnya buat memercayakan wisatanya ke Paradiso Tour yang udah lebih paham sama destinasi wisata karimunjawa. Kitanya nggak usah ribet mikirin itinerary bakal kemana, makan apa, atau nginep dimana plus keribetan lainnya. Tinggal ikutin aja sama jadwal dan guidance dari Paradiso Tour. Nanti langsung deh selesai liburan bisa bawa pulang oleh-oleh cerita dan pengalaman serunya berwisata di Karimun Jawa ke kerabat, atau kalau mau bawa pulang cindera mata buat teman dan saudara juga bisa. Soalnya ada kerajinan tangan dari kayu yang bisa dibeli salah satunya di pasar alun-alun Karimunjawa. Dan juga sekaligus bawa pulang kesadaran untuk lebih cinta sama alam Indonesia. Mau memelihara kelestariannya, supaya bukan cuma kita yang bisa ngerasain cantiknya Karimun Jawa, tapi juga anak-cucu kita di generasi yang akan datang.

Kamis, 14 April 2016

Hujan dan Perasaan

Aku menolak menjadi bodoh...
Bodoh karena keadaan cuaca.

Tidak mau air mata mengambang di ujung mata, ketika cuaca berawan.

Tidak mau menangis miris, ketika hujan turun dengan derasnya.

Kenapa harus curahan air dari langit...mempengaruhi air dalam mata ini?

Mungkin atas nama melankolis?

Aku tidak mau, tapi terpaksa....
Ah aku kalah dengan keadaan cuaca.
Karena memori menolak lupa....kenangan kata "pisah" yang kau ucap saat hujan turun dengan derasnya...

Bisik hujan di tanah seolah membentuk gaung "pisah" yang berulang....

Oh malangnya kenanganku ketika hujan...

Jumat, 04 Maret 2016

Aku dan Dia

Aku dan dia...
Kata orang waktu kami masih ingusan...
Kami bak pinang dibelah dua...
Dahulu...
Kala belum mengerti, apa saja jadi rebutan...
Lalu aku diajar untuk mengerti...
Aku ada untuk melindunginya...
Walau apa yang kulakukan belum sepenuhnya sempurna...
Lalu hukum alam berkata...
Tak selamanya kami bisa berdua...
Keadaan dan kenyataan memang begitu adanya...
Dahulu apa yang kami punya sama...
Tapi kami belajar mengerti bahwa hubungan ini bukanlah persaingan...dan semua tak selalu berakhir sama...
Aku dan dia belajar....bahwa tak menjadi sama bisa tetap menjadikan kami saling sayang...
Tidak menjadi iri...tapi tetap peduli...
Kami tidak jatuh dari surga...
Kami hanya manusia...
Tapi kami dipelihara Sang Empunya Surga...
Salah dan tengkar adalah bagian dari hubungan...
Kami belajar bagaimana tetap sayang setelah melewati luka...
Aku ingin bisa mengasihinya...dan melindunginya sampai aku menutup mata...
Itu saja...

Jumat, 26 Februari 2016

Retreat PT (Persekutuan Teruna) Immanuel Bekasi 19-21 Februari 2016

Mengucap syukur untuk kesempatan berbagi ilmu bagi adik-adik PT Immanuel Bekasi di Hotel Karwika Puncak.

Sesi terbagi menjadi 3 kelas supaya konsentrasi lebih maksimal.
Tema yang dibawakan : Lifestyle.

Thanks kak Ella...once again untuk kepercayaannya :)


Natal Panasonic 2025