Contains my writings, drawings, photography. All things that capture my feelings at the time equally.
Jumat, 24 Januari 2025
My Attitude ≠ Your Attitude Towards Me
Kamis, 23 Januari 2025
Rhema Kemarin....
Keluaran 22 : 21
"Janganlah kautindas atau kautekan seorang orang asing, sebab kamu pun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.”
Tinggal di negeri asing/ bukan tempat asal sendiri bisa sangat mengintimidasi. Bisa terasa sangat sepi ketika kita harus menyesuaikan diri ditengah lingkungan yg asing. Mungkin belum punya kenalan. Sama rasanya seperti ketika masa-masa sekolah harus pindah sekolah atau naik kelas. Ketemu lingkungan yg baru. Guru baru, teman-teman baru yg pada awalnya gak saling kenal.
Tapi Tuhan begitu peduli. Ia menetapkan hukum bagi Israel tentang bagaimana memperlakukan orang asing. Untuk tidak ditindas atau ditekan.
Kepedulian Tuhan begitu spesifik. Diluar ayat itu, Ia juga menentukan hukum bagaimana memperlakukan janda, yatim piatu, orang yg terpaksa berhutang karena kemiskinan, bagaimana hukum utk harta benda/ hewan-hewan (yg dikategorikan harta pada masa itu) yg hilang/ dicuri, dan banyak lainnya.
Disini kita bisa melihat sifat Allah yg adil. Ia mencintai hukum & keteraturan. Karena itu Ia juga mau anak—anakNya berlaku taat terhadap hukum agar ada keteraturan.
Jadi bila selama ini kita berpemahaman “aturan dibuat untuk dilanggar”, kita perlu introspeksi diri lagi. Karena Tuhan menciptakan hukum utk kebaikan manusia. Dari situ kita bisa belajar melatih diri utk taat. Bayangkan dunia tanpa aturan, betapa menyeramkannya kalau orang lain bisa seenaknya berkelakuan kepada kita yg tidak sepatutnya & tidak dihukum utk perbuatannya itu. Bisa ada vandalisme dimana-mana. Dunia yg seperti itu bukan dunia yg aman utk ditinggali. Sekarang saja hukum masih ada, masih banyak kesewenang-wenangan terjadi kepada sesama manusia. Apalagi kalau tidak ada hukum.
Amsal 22 : 6 & 15
Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya,
maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.
Kebodohan melekat pada hati orang muda,
tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya.
Karena saya melayani anak-anak remaja, 2 ayat ini merhema sekali buat saya pribadi. Betapa pentingnya mengajarkan iman percaya kepada anak-anak remaja agar sedari muda mereka sudah dapat mengenal kebenaran firman Tuhan, sehingga tidak mudah terjerumus sama banyak tipuan dunia ini yg semakin semarak dg ajaran2 yg beragam yg sekilas terkesan benar tetapi ternyata menyimpang. Karena memang orang muda masih kurang dalam segi pengalaman, maka adalah baik utk dapat membagikan pengajaran yg benar sambil juga sharing soal pengalaman hidup sebagai kesaksian yg nyata buat mereka. Bahwa kasih & penyertaan Tuhan bukan dongeng belaka, tapi juga dialami oleh anak-anak Tuhan sampai dengan saat ini dan juga bisa mereka alami secara pribadi. Maka penting bagi saya juga utk terus upgrade diri dengan rajin baca firman Tuhan, punya kehidupan pribadi yg juga dekat dg Tuhan, sehingga agar ketika mengajar pun Tuhan boleh pakai saya agar kata-kata saya penuh kuasa Roh Kudus utk memberkati mereka dg kebenaran firman Tuhan. yg jadi kerinduan saya adalah benih firman Tuhan yg mereka dapat bisa bertumbuh dalam hati & hidup mereka, agar ketika kesesakan hidup menghimpit mereka kelak ketika dewasa, mereka tahu harus lari kemana (kepada Tuhan Yesus Sahabat Sejati).
Selasa, 21 Januari 2025
I Mixue You
Senin, 20 Januari 2025
Rhema hari Ini...
Keluaran 21
Memanusiakan Manusia
Pasal ini menggambarkan peraturan2 mengenai berbagai hukum dan ganti rugi utk menciptakan keadilan bagi sesama manusia apabila ada manusia yg merasa dirugikan oleh manusia lainnya.
Ketika kita membaca pasal ini, mungkin saja ada yg dari sudut pandang kita terasa kurang pas di hati (soal nilai ganti ruginya/ hukumannya), tapi peraturan-peraturan tersebut sudah diusahakan utk seadil-adilnya membawa solusi masalah yg terjadi pada zaman itu.
Dan ini semua intinya karena Tuhan mengasihi manusia, sehingga Ia ingin setiap orang bs merasa terlindungi hak hidupnya. Baik itu orang merdeka ataupun budak, baik itu orang kaya maupun orang tak berpunya. Karena sebenarnya yg menciptakan kasta/ status sosial adalah manusia. Bukan Tuhan. Tuhan justru datang ke dunia utk membawa pembebasan bagi setiap orang, tak memandang darimana status sosialnya. Tuhan Yesus bahkan banyak memberi perhatian lebih bagi orang2 yg termarginalkan oleh dunia, agar orang2 tersebut merasa diterima & berarti.
Apabila Tuhan sudah mengajarkan kita sejak dr perjanjian lama utk bs menghargai hak hidup sesama manusia, maka patutlah saya yg adalah sesama ciptaan menaruh respek pada sesama ciptaan Tuhan. Saya tidak pantas utk memandang rendah sesama manusia atau menyia-nyiakan makhluk hidup ciptaan Tuhan lainnya (hewan, tumbuh2an) karena ya status saya sama. Saya juga adalah hasil ciptaan Tuhan. Kalau saya meninggikan diri diatas sesama berarti saya tidak memberi hormat kepada Tuhan yg menciptakan.
Amsal 21:2 (TB)
Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri,
tetapi TUHANlah yang menguji hati.
Kalau saya hanya mempertimbangkan setiap hal dari sudut pandang saya sendiri, maka saya pasti selalu merasa setiap keputusan saya adalah benar. Tapi kalau saya mau membuka diri utk mendengar pendapat orang lain (tentunya yg bijaksana & berhikmat), maka saya akan dapat POV yg baru yg mungkin gak keliatan sebelumnya dari sudut pandang saya. Apalagi kalau saya mau me-refer setiap keputusan dari sudut pandang Tuhan, caranya tentu dg menimbangnya apakah sudah sesuai dg kebenaran firman Tuhan atau belum? Membawanya dalam doa supaya Tuhan gak biarin saya tergesa-gesa dg keputusan saya, dan sudahkah nantinya keputusan saya sejalan dg rencana yg Tuhan buat utk hidup saya?
Dg berpatokan kepada kebenaran firman Tuhan maka niscaya keputusan2 yg saya buat kiranya bisa berkenan di hati Tuhan.
Selasa, 14 Januari 2025
Istirahat
Rhema Hari Ini...........................
Keluaran 14
Kalau baca pasal ini, visualisasi yg paling kuingat adalah waktu nonton The Ten Commandments di VCR jaman masih kecil yg disewa Papi. Menurutku versi ini masih ter-the best dibanding versi baru yg diperankan Christian Bale.
Sesuatu yg menakjubkan. Laut Merah terbelah dua & bangsa Israel berjalan di dataran yg kering.
Yg menjadi pembelajaranku dari pasal ini adalah :
- Iman Musa saat dia berkata : “TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja." (Kel 14 : 14). Musa belum tahu apa solusi dari Tuhan buat kebuntuan bangsa Israel, tapi satu yg pasti, ia percaya bahwa Tuhan pasti akan membela mereka.
- Ketegaran Musa memimpin bangsa yg banyak mengeluh. Bahkan menuduhnya hendak membiarkan mereka mati di padang gurun. Kayaknya kalo saya jadi Musa pasti bawaannya kesel banget. Udah cape-cape dibebasin bukannya bersyukur tapi tiap kali kena masalah selalu langsung bersungut-sungut. Belajar sabar seperti Musa.
- Iblis itu sama aja kayak bangsa Mesir. Kita udah buang dosa-dosa lama kita tapi dia gak bakal ikhlas melepas kita yg bebas dari keterikatan. Bawaannya mau ngejar terus biar kita balik lagi ke old habit. Dan sayangnya ya kita terkadang sama aja kayak bangsa Israel yg sering mudah give up dg bilang enakan di Mesir walau statusnya budak. Mending bikin dosa terus daripada ikut Tuhan kok susah bgt buat daging kita?
- Tuhan & solusinya itu gak bisa dibatasi dgn akal pikiran manusia. Laut aja bisa dibelahNya. Jangan batasi Tuhan dgn udah pikir segala macam solusi. Kadang apa yg gak kepikir sama kita ternyata itu yg dibuat Tuhan utk jadi jalan keluar kita.
-
Dear journal………. Sometimes, I really don’t know the essence of making a relationship. Everything just seems to be more complicated than I th...
-
John Wick played by the breath-taking Keanu Reeves Dustin from Stranger Things played by Gaten Matarazzo Chibi Goblin, The Gre...
-
"Not everything looks like what meet the eyes" "Not every prayers being answered the way it requested" My life is pretty...



