Jumat, 18 November 2011

Catatan Lama (30 Mei 2010)


Kisah Para Rasul 1 : 6-8


Ayat 6 : Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"
Israel berjaya dalam peperangan pada masa perjanjian lama saat kepemimpinan Yosua. Lalu ketika tiba masa kepemimpinan raja2, Israel memperoleh kemakmuran dan kemenangan dalam peperangan2nya (cont : masa raja2 seperti Saul, Daud, Salomo). Israel sangat disegani oleh bangsa2 lain yang percaya bahwa penyertaan Tuhan menyertai Israel. Lalu tibalah saat Allah tidak lagi mentolerir pelanggaran dan dosa2 Israel sehingga pada masa raja Yoyakim-Yoyakhin-Zedekia, Allah menyerahkan Israel ke tangan raja Babel (Nebukadnezar) dan Israel mengalami masa pembuangan di Babel 70 tahun lamanya.

Melihat sejarah Israel yang tadinya merupakan kerajaan yang kuat, ditambah dengan segala nubuatan tentang akan datangnya Mesias yang akan menyelamatkan Israel semenjak zaman kitab perjanjian lama, tentunya pemahaman2 ini menyebabkan murid2 Yesus yang mempercayaiNya sebagai Mesias yang selama ini dinubuatkan menjadi berharap bahwa Yesus akan membebaskan mereka dari kekuasaan bangsa Romawi secara harafiah. Bahwa Israel akan dapat mengalami masa kejayaannya kembali sebagai sebuah kerajaan yang besar dan berkuasa.

Padahal Yesus bukanlah Mesias yang seperti itu. Dan sesungguhnya kepulihan yang dibawa Sang Mesias bukanlah kepulihan secara fisik seperti dahulu kala, namun lebih kepada kepulihan rohani, kepulihan yang sifatnya lebih abadi. Kekayaan yang sifatnya tidak fana. Kekayaan dalam damai sejahtera Tuhan dimana ada janjiNya tentang keselamatan dan hidup abadi setelah kematian secara fisik.
(Kis 17:29 Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia)

Ayat 7 : Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.
Bila kepulihan rohani itu tiba, dalam arti Yesus akan datang kembali untuk membawa umat pilihanNya masuk dalam kerajaan sorga,
(Yohanes 14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.) sungguh tidak ada yang mengetahui waktu Tuhan tersebut, bahkan dikatakan dalam
Mat 24:36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri."
Seperti mengetahui ending sebuah film bahkan sebelum menonton film itu sendiri. Apakah akan menjadi sesuatu yang menarik? Dalam arti kita tidak akan menyimak dengan baik ketika nantinya kita menonton film tersebut. Demikian pula adalah lebih baik bila kita tidak mengetahui waktu Tuhan itu, karena kita akan lebih giat mengerjakan keselamatan kita. Sebagaimana Tuhan menginginkan kita untuk melakukannya, sekaligus juga membagi kabar keselamatan itu kepada sesama.

Ayat 7 : Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

Inilah yang Allah ingin untuk kita lakukan. Menjadi saksiNya tentang keselamatan yang telah disediakanNya bagi umat manusia. Mari siapkan hati kita serta teguhkan iman untuk itu.

Inti2/ Point2 :
Pemahaman yang tidak mendalam dari murid2 perihal arti Mesias yang sesungguhnya.
Tidak perlu tahu ending suatu film sebelum menontonnya. Nikmati alurnya dengan baik dan terkadang kita pada jelang akhir dapat mengetahui endingnya bahkan sebelum benar2 diungkapkan dalam babak di film tersebut. (cukup kerjakan keselamatan kita dan tentang akhir zaman, itu adalah kedaulatan Tuhan untuk menetapkan waktunya)
Dalam mengerjakan keselamatan kita, kita tidak akan mampu kalau hanya mengandalkan kemampuan kita sendiri. Entah kita akan merasa lelah dan menyerah, atau kadang bila pelayanan tersebut berujung keberhasilan, akan timbul sifat sombong. Tapi kita harus ingat kalau yang memampukan kita adalah Allah yang telah memberi kita kuasa melalui RohNya yang kudus, sehingga kita akan mampu menjadi saksi Tuhan. Dimana? Di segala tempat (Yerusalem : bukan tempat yang asing lagi, disitulah bait Allah yang megah berdiri. Di Yudea : Yesus lahir disana-tempat Herodes berkuasa, raja yang menginginkan kematian Yesus. Di Samaria : banyak diungkap bahwa Samaria bukanlah tempat yang baik, banyak penyembahan berhala, persundalan, dll.) Arti : bahwa kita harus menjadi saksi Tuhan bukan hanya di tempat dimana ada sesama kita yang seiman, bahkan sampai di tempat2 dimana kepercayaan terhadap Kristus mendapat penolakan. Di tempat2 dimana kejahatan merajalela sampai2 berbuat baik menjadi sesuatu yang malu untuk diungkapkan. Sampai ke ujung bumi : tak terbatas dimanapun kita berada, kita harus bersaksi untuk kemuliaan Tuhan. Sanggupkah kita? Pasti. Kenapa? Karena Tuhan telah memberi kita kuasa melalui RohNya yang Kudus.
GBU, selamat melayani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar