Contains my writings, drawings, photography. All things that capture my feelings at the time equally.
Kamis, 16 Februari 2012
Rabu, 15 Februari 2012
Karangan "tanggung"
Hari ini salju turun cukup lebat......seperti itulah pemandangan yang kudapat dari jendela flat lantai 5 yang kutempati. Semua terasa dingin.....bukan hanya pemandangan yang kulihat dan udara yang kurasakan menyentuh kulitku, tapi juga hati ini. Seakan sudah mengeras seperti es batu. Mungkin kalau letaknya di luar tubuh ini, bila ada yang membawa palu dan memukulkannya, hatiku sudah retak....dan perlahan-lahan serat keretakan itu menjalar menuju kehancuran yang permanen..karena bila sinar matahari menerpanya....hati itu segera meleleh tanpa sempat direkatkan lagi kepingan-kepingannya.
posted from Bloggeroid
Ingin diteruskan tapi sudah keburu dilanda virus kemalasan.....mau menyambungnyakah anda?
Minggu, 12 Februari 2012
Perpisahan
Perpisahan itu sebuah kata yang somehow.....tidak tergambarkan kesedihannya.
Perpisahan sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia.....
Tapi entah kenapa.....saya tidak pernah siap bila menghadapinya...sekalipun kata ini tidak pernah bosan untuk menjadi bagian dalam hidup saya...semenjak SD.
Ini bukan perpisahan oleh maut...lebih tepatnya jarak......
Perpisahan jarak adalah sesuatu yang sampai saat ini begitu menakutkan....karena semuanya tidak akan pernah sama karena Sang Jarak.
Seseorang bisa menjadi begitu berbeda ketika terpisah jarak.
Dulu ada sahabat saya di SD....namanya Silvia.....dia harus pindah karena (kalau tidak salah) ayahnya ditugaskan di luar kota.
Lalu di SMA ada Fitria......lalu ada Bu Betsy....dia....dan sahabat saya Dhisa...................
Terkadang saya merasa kenapa hanya saya yang tinggal...dan orang-orang yang saya kasihi satu per satu pergi meninggalkan saya??
Sekarang sahabat saya dari kecil, tetangga, teman sekolah minggu, teman seperjuangan katekisasi....Fanny....pindah ke Ambon.............
Dan saya masih di sini............
tinggal dan ditinggalkan....lagi..........................................
Entah kapan kami akan bertemu lagi..............................................
Hati ini sedih sekali..........
Saya sudah mengalami banyak perpisahan,
tapi tetap rasanya tidak pernah cukup siap setiap kali menghadapinya.
Selalu ada air mata...dan ada yang hilang ketika mereka pergi...........
Karena somehow.....dalam hati kecil saya,
saya tahu....semua tidak akan pernah kembali sama seperti dahulu................

Senin, 06 Februari 2012
Balada Vespa
Saya dan Vespa..........
Vespa sangat mengingatkan saya pada kenangan masa kecil.
Dulu waktu belum sekolah sampai kira-kira sebelum SD, Papi sering membawa saya berjalan-jalan dengan Vespa birunya. Ke sekolah minggu sambil berdiri di depan....terkena terpaan angin yang menurut saya mengasyikkan....
Seiring waktu saya semakin tinggi dan pandangan Papi ke depan terhalang, jadi saya tidak bisa berdiri di depan lagi...harus duduk di belakang.
Vespa....dulu setiap ke Pasar Minggu untuk menjenguk Oma di Palapa, kami (Papi, Mami, saya dan adik) naik Vespa - dan menurut saya saat itu lebih enak naik Vespa daripada naik taksi..wkwkwkwk......
Lalu Papi mengalami kecelakaan jadi si Vespa harus dijual.
Vespa...kenangan saya yang tak terlupakan bersama Papi - berkendara menuju sekolah minggu :)
Senin, 16 Januari 2012
Abu-abu
Ketika saya masih kecil....dunia terlihat lebih mudah dipahami. Hanya ada warna hitam dan putih. Hanya ada baik dan buruk, benar dan salah. Hanya ada tokoh protagonis murni dan antagonis sejati.
Tapi itu dulu.....
Seiring bertambahnya usia dan semakin banyaknya asupan "garam kehidupan"........
Batas hitam-putih itu mulai samar. Warnanya mulai berubah abu-abu....
Karena ternyata dibalik sikap antagonis...terkadang ada sejarah yang mengakibatkannya bersikap demikian....lalu entah kenapa....bawaan hati jadi "sedikit bersimpati" dan memberi sedikit ruang untuk "sang toleransi"
Dulu hanya ada cerita paling manis tentang sang putri yang jatuh cinta pada pangeran berkuda putih....tapi seiring waktu mulai saya mengenal....bisa saja ceritanya berbelok tentang sang putri yang jatuh cinta pada pengawal kerajaan....atau justru sang pangeran yang jatuh cinta pada ibu tirinya sendiri......
Yang artinya......life is not as simple as fairytale....sometimes it's more complicated than the Pentagon strategy :p
Lalu saya bertanya pada nurani....apakah ini artinya saya mulai mentoleransi sebuah kesalahan? Mulai mencari pembenaran pada suatu kekeliruan?
Apakah saya sudah tidak "semurni" bocah yang dulu tahu membedakan mana yang benar dan salah dengan begitu mudahnya?
Saya tidak mau menganggap diri saya benar......saya hanya ingin tetap bisa mengatakan "tidak" untuk hal yang salah. Saya juga ingin bisa menempatkan diri dengan baik dan melihat dunia dari mata orang lain...bukan hanya dari mata saya...karena terkadang kata "tidak" itu tak semudah yang kita duga untuk dijalankan.
Saya hanya ingin bisa membantu mereka yang sulit melaksanakan kata "tidak" untuk sebuah kesalahan menemukan arah yang tepat bagi mereka untuk berjumpa dengan kata "tidak" itu dengan self experience mereka sendiri.
Dunia ini memang semakin abu-abu....tapi jangan sampai kita terlena dan lupa menjadi putih ketika hitam mulai meraja.
Tapi itu dulu.....
Seiring bertambahnya usia dan semakin banyaknya asupan "garam kehidupan"........
Batas hitam-putih itu mulai samar. Warnanya mulai berubah abu-abu....
Karena ternyata dibalik sikap antagonis...terkadang ada sejarah yang mengakibatkannya bersikap demikian....lalu entah kenapa....bawaan hati jadi "sedikit bersimpati" dan memberi sedikit ruang untuk "sang toleransi"
Dulu hanya ada cerita paling manis tentang sang putri yang jatuh cinta pada pangeran berkuda putih....tapi seiring waktu mulai saya mengenal....bisa saja ceritanya berbelok tentang sang putri yang jatuh cinta pada pengawal kerajaan....atau justru sang pangeran yang jatuh cinta pada ibu tirinya sendiri......
Yang artinya......life is not as simple as fairytale....sometimes it's more complicated than the Pentagon strategy :p
Lalu saya bertanya pada nurani....apakah ini artinya saya mulai mentoleransi sebuah kesalahan? Mulai mencari pembenaran pada suatu kekeliruan?
Apakah saya sudah tidak "semurni" bocah yang dulu tahu membedakan mana yang benar dan salah dengan begitu mudahnya?
Saya tidak mau menganggap diri saya benar......saya hanya ingin tetap bisa mengatakan "tidak" untuk hal yang salah. Saya juga ingin bisa menempatkan diri dengan baik dan melihat dunia dari mata orang lain...bukan hanya dari mata saya...karena terkadang kata "tidak" itu tak semudah yang kita duga untuk dijalankan.
Saya hanya ingin bisa membantu mereka yang sulit melaksanakan kata "tidak" untuk sebuah kesalahan menemukan arah yang tepat bagi mereka untuk berjumpa dengan kata "tidak" itu dengan self experience mereka sendiri.
Dunia ini memang semakin abu-abu....tapi jangan sampai kita terlena dan lupa menjadi putih ketika hitam mulai meraja.
posted from Bloggeroid
Sabtu, 14 Januari 2012
Aku di-reply Anggun!
[@Anggun_Cipta: @20thArcher lol, bener.. :)
Shared via TweetCaster]
Senangnya dapat reply dari artis idola! Yeay.....
posted from Bloggeroid
Kamis, 12 Januari 2012
Purple Story
RED meets BLUE equal PURPLE
When ME and HIM END - Then I meet U.
I hope WE can make a good COUPLE (together) :)
When ME and HIM END - Then I meet U.
I hope WE can make a good COUPLE (together) :)
posted from Bloggeroid
Langganan:
Komentar (Atom)
-
Dear journal………. Sometimes, I really don’t know the essence of making a relationship. Everything just seems to be more complicated than I th...
-
John Wick played by the breath-taking Keanu Reeves Dustin from Stranger Things played by Gaten Matarazzo Chibi Goblin, The Gre...
-
"Not everything looks like what meet the eyes" "Not every prayers being answered the way it requested" My life is pretty...


